sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id oppo
Rabu, 10 Jun 2020 20:30 WIB

Tren New Normal di Indonesia versi Alibaba

Masyarakat di Indonesia akan mulai memasuki masa New Normal. Alibaba Cloud yang hadir di Indonesia turut memprediksi tren yang akan terjadi di tengah New Normal.

Tren New Normal di Indonesia versi Alibaba
Source: Lely/Tek.id

Masyarakat di Indonesia akan mulai memasuki masa New Normal. Alibaba Cloud yang hadir di Indonesia turut memprediksi tren yang akan terjadi di tengah New Normal.

Menurut Country Manager Alibaba Cloud Indonesia - Leon Chen layanan belajar online hingga belanja akan semakin digandrungi digunakan banyak pengguna. Tak hanya itu, gim online juga diprediksi masih menjadi layanan yang diminati pengguna di tengah New Normal karena masih besar kemungkinan masyarakat Indonesia beraktivitas di rumah dan memiliki lebih banyak waktu untuk bermain gim.

"Permintaan melonjak pada beberapa industri. Kita akan melihat online learning menjadi booming dan e-commerce terus meningkat, (New Normal) juga membuat banyak orang untuk berbelanja online," kata Leon Chen, dalam Alibaba Cloud Online Media Briefing, Rabu (10/6). 

Guna mendukung tren tersebut di masa New Normal, Alibaba Cloud juga memprediksi perusahaan penyedia layanan digital akan ramai-ramai menggunakan multicloud. Sebagai informasi, multicloud merupakan penggunaan dua atau lebih layanan cloud dan layanan penyimpanan. Penggunaan multicloud sendiri akan membantu perusahaan memanajemen data yang pada akhirnya berdampak positif pada pengalaman pengguna.

Pasar Multicloud dinilai Alibaba Cloud masih dalam tahap awal. Kendati demikian, penggunaan multicloud dapat menguntungkan perusahaan karena memungkinkan pemilihan opsi cloud yang sesuai dengan bisnis yang mereka jalankan.

Di Indonesia sendiri Alibaba Cloud sudah membangun dua data center pada 2018 dan 2019. Perusahaan asal Tiongkok itu tak menutup kemungkinan untuk membangun data center selanjutnya, jika permintaan dari pelanggan di Indonesia terus meningkat.

Share
×
img
×
tekid
back to top