sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id synologi
Selasa, 21 Apr 2020 15:46 WIB

Trafik Telkomsel diprediksi naik 20% di Ramadan 2020

Telkomsel memprediksi peningkatan trafik layanan broadband di Ramadan tahun ini hingga 20%. Prediksi ini terbilang meningkat dibanding peningkatan yang sama selama pandemi Covid-19.

Trafik Telkomsel diprediksi naik 20% di Ramadan 2020

Telkomsel memprediksi peningkatan trafik layanan broadband di Ramadan tahun ini hingga 20%. Prediksi ini terbilang meningkat dibanding peningkatan trafik layanan broadband yang terjadi selama masa social distancing dan physical distancing diberlakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Selama kebijakan bekerja, belajar dan beribadah di rumah diberlakukan di Indonesia, Telkomsel mencatat peningkata trafik 15-18%. Namun seperti tahun-tahun sebelumnya, momen Ramadan juga menjadi periode dimana operator seluler mendapati peningkatan trafik. Oleh karena itu, Telkomsel memprediksi peningkatan yang lebih tinggi dari peningkatan yang terjadi selama pandemi yakni 20%.

"Kenaikan payload di Telkomsel 15-18%. Karena semua work from home (WFH), maka kita prediksi kenaikan 20%," kata Direktur Network Telkomsel, FM Venusiana R dalam telekonferensi via CloudX (21/4).

Untuk trafik layanan voice dan SMS diprediksi akan mengalami penurunan jika dibandingkan dengan hari normal. Penurunan ini didorong oleh semakin kuatnya adopsi masyarakat dalam pemanfaatan layanan broadband dan digital untuk mendukung produktivitas saat beraktivitas dari rumah di momen pandemi Covid-19 saat ini.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro menjelaskan langkah antisipsi peningkatan trafik yang dilakukan Telkomsel. Opaerator ini memusatkan optimalisasi kualitas dan kapasitas jaringan. Upaya ini dilakukan di sekitar 436 point of interest (POI), yang berfokus pada 309 titik area residensial yang teridentifikasi mengalami kenaikan trafik sangat signifikan sejak diberlakukannya imbauan beraktivitas di rumah. 

Optimalisasi jaringan juga dilakukan di 58 titik rumah sakit rujukan Covid-19, 38 titik area transportasi utama di tiap Provinsi seperti bandara dan pelabuhan, 31 titik area transportasi logistik, alat-alat kesehatan dan kebutuhan pokok. Telkomsel juga melakukan pengamanan jaringan di akses jalur tol dan jalan utama sepanjang 16.000 Km yang terbentang dari wilayah Pulau Sumatera, Pulau Jawa, hingga Pulau Kalimantan.

Meski kemungkinan peningkatan trafik lebih tinggi dari prediksi perusahaan, Setyanto mengatakan infrastruktur jaringan milik Telkomsel dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat karena sudah disiapkan lebih dari prediksi. 

"Dari awal Telkomsel memang selalu berkomitmen berada di baris depan dengan pemerintah dalam menangani Covid-19. Untuk itu, Telkomsel melakukan antisipasi lonjakan trafik, kami pastikan jaringan kami bisa mengatasi lonjakan dengan optimalisasi kapasitas jaringan," ujarnya.

Upaya penguatan kualitas dan kapasitas jaringan, Telkomsel juga menggelar 11.000 BTS baru berteknologi multi-band Long Term Evolution atau 4G, mengoperasikan tambahan 69 unit Compact Mobile BTS (COMBAT), serta penambahan kapasitas gateway internet menjadi 6,100 Gbps (6 Tbps) untuk menjamin kelancaran akses data di seluruh Indonesia.

Secara keseluruhan, Telkomsel saat ini memiliki 219.000 unit BTS di seluruh penjuru Indonesia, dimana 87.000 unit di antaranya merupakan BTS 4G. Cakupan 4G Telkomsel pun telah menjangkau lebih dari 95% wilayah populasi di Indonesia, yang siap mengakomodasi berbagai kebutuhan layanan berbasis broadband dan digital untuk terus mendukung aktivitas keseharian masyarakat.

Share
×
img
×
tekid
back to top