Toyota pakai teknologi Nvidia untuk mobil otonom

Pabrikan otomotif asal Jepang ini sudah menggunakan komputer Nvidia Drive AGX Xavier untuk menjalankan pengujian mobil otonom di dunia nyata.

Toyota pakai teknologi Nvidia untuk mobil otonom Source: Pexels

Nvidia baru saja mengumumkan platform simulasi kendaraan otonom Drive Constellation. Platform yang berbasis cloud tersebut memungkinkan pengembang mobil otonom menjalankan tes secara virtual, bukan jalan sebenarnya. Dilansir dari Engadget (19/3), kendaraan simulasi dapat beroperasi dalam situasi shari-hari hingga berbahaya.

“Dengan efisiensi, efektivitas biaya, dan keamanan yang lebih besar daripada yang mungkin dicapai di dunia nyata,” kata Nvidia.


BACA JUGA

Honda punya mobil listrik modular

Mobil listrik Toyota siap ramaikan gelaran Olimpiade

Mobil listrik Lotus hanya perlu 9 menit untuk isi penuh baterai


Research Institute-Advanced Development (TRI-AD) dari Toyota akan menjadi pelanggan pertama untuk Drive Constellation. Pabrikan otomotif asal Jepang ini sudah menggunakan komputer Nvidia Drive AGX Xavier untuk menjalankan pengujian mobil otonom di dunia nyata, dan akan membantu Nvidia dalam mengembangkan simulasi dan teknologi otonom.

Sistem ini terdiri dari dua solusi bertenaga cloud berbeda. Server “Constellation Simulator” menggunakan GPU Nvidia untuk menjalankan software yang disebut Drive Sim demi menghasilkan dunia virtual yang realistis untuk dimasukkan ke dalam sensor mobil virtual. Server kedua, “Constellation Vehicle”, ditenagai oleh komputer dalam mobil AGX Drive, kemudian memproses data sensor yang disimulasikan.

Agar proses itu terpenuhi Nvidia juga meluncurkan platform terbuka yang berfungsi dengan software yang disebut Safety Forced Field (SFF). Software ini menggunakan data sensor untuk memprediksi apa yang akan terjadi di jalan dan mengambil tindakan untuk melindungi kendaraan dan pengguna lain.

Ketimbang mencoba memodelkan skenario dunia nyata yang sangat kompleks, Nvidia menginformasikan SFF mengikuti satu prinsip inti penghindaran tabrakan yang bertentangan dengan beberapa aturan dan harapan yang besar.

“SFF dirancang secara matematis sehingga mobil otonom yang menggunakannya akan saling tolak, menjauhkan diri dari bahaya dan tidak berkontribusi pada situasi yang tidak aman,” kata Nvidia Autonomous Driving VP, David Nister.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: