Tokyo Electron patuhi AS tangguhkan perusahaan China

Tokyo Electron Jepang merupakan perusahaan pemasok peralatan dalam pembuatan semikonduktor terbesar ketiga di dunia.

Tokyo Electron patuhi AS tangguhkan perusahaan China (Foto: Nikkei)

Tokyo Electron Jepang yang merupakan perusahaan pemasok peralatan dalam pembuatan semikonduktor terbesar ketiga di dunia, tak akan lagi memasok peralatannya ke klien asal China. Secara khusus, klien yang dimaksud adalah perusahaan yang masuk dalam daftar hitam Amerika Serikat (AS). Keputusan ini diutarakan oleh seorang eksekutif senior perusahaan kepada Reuters.

Keputusan ini menunjukkan bagaimana upaya AS melarang penjualan teknologinya ke perusahaan-perusahaan Cina termasuk Huawei. Cina sendiri tengah berupaya membangun industri semikonduktor guna mengurangi ketergantungan pada pemasok AS, Jepang dan Eropa. 


BACA JUGA

Huawei tunda rilis Mate X ke pasar

OS Huawei lebih cepat 60% dari Android

Huawei minta bayaran USD1 miliar dari Verizon


"Kami tidak akan melakukan bisnis dengan klien Cina dimana mereka terlarang melakukan bisnis bersama Applied Materials dan Lam Research... Sangat penting bagi kami bahwa pemerintah dan industri AS memandang kami sebagai perusahaan yang adil," kata eksekutif Tokyo Electron.

Applied Materials dan Lam Research sendiri menolak memberikan komentar. Dilansir Reuters (11/6), pemasok peralatan chip asal Jepang lainnya juga sedang mempertimbangkan perihal penghentian pengiriman komponen ke perusahaan China yang masuk dalam daftar hitam. 

Eksekutif lainnya di perusahaan lain mengatakan pihaknya kerap berkomunikasi dengan kementerian industri Jepang. Namun mereka belum menerima instruksi khusus dari kementerian tersebut.

"Kami belum menerima instruksi khusus dari kementerian... Kami menyadari bahwasanya kami bisa berada dalam masalah besar jika kami mengambil keuntungan dari larangan AS dengan memperluas bisnis dengan Cina," ujarnya.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: