Tips bangun startup dari Grab dan Tokopedia

Ternyata menurut Grab dan Tokopedia, tidak ada resep paten untuk membangun sebuah startup yang akan berhasil di masa depan.

Tips bangun startup dari Grab dan Tokopedia Ilustasi Membangun Startup (Pexels)

Dewasa ini, para muda mudi di Indonesia mulai menumbuhkan ketertarikan mereka untuk membangun startup mereka sendiri. Sayang, tidak sampai setengah dari mereka yang gagal dalam membangun usaha mereka sendiri.

Nah, bagi Anda yang berencana untuk membuat startup sendiri dalam waktu dekat ini, tim Tek.id memiliki beberapa tips untuk membangun startup dari beberapa pemain besar seperti Grab dan Tokopedia pada saat tampil di acara Selular Congress yang diadakan pada Senin (15/7/2019) di jakarta.


BACA JUGA

RedDoorz raih pendanaan Rp999 miliar

Startup asal Indonesia, Pomona mendapatkan pendanaan seri A-2

Gojek rebranding, dan kalahkan Grab soal pengguna aktif bulanan


President of Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata mengatakan, “Tidak ada yang namanya resep paten yang akan membuat sebuah startup yang berhasil. Semuanya harus memakai cara yang sama.”

Yang pertama sebelum memulai membangun startup adalah mencari persoalan yang dapat dipecahkan di sekitar kita. Co-founder Tokopedia, Leontinus Alpha Edison mengatakan bahwa dia dan William membangun Tokopedia untuk membantu para pedagang kecil untuk ‘naik kelas’.

Yang kedua adalah fokus terhadap konsumen yang ingin disasar. “Kita harus membangun aplikasi yang tepat bagi target kita. Kalau membangun platform untuk banyak elemen, harus juga dibedakan antara mana GUI untuk pengguna, mana untuk mitra dari jasa kita,” kata Ridzki.

“Sedangkan yang ketiga adalah membuat lingkungan kerja yang sangat baik. Kita harus menjunjung tinggi diversity untuk berkembang.”

Di sisi lain, Leo mengatakan bahwa sebuah startup harus aktif untuk ikut dalam perlombaan dan mencari atensi masyarakat. “Kita ikut Indonesia ICT awards. Meski tidak menang, tapi kita dapat eksposur.”

“Lalu, jangan lupa mencari funding. Jangan lelah mencari funding. Selain itu, berani untuk mengambil keputusan, dan work smart,” lanjutnya.

Mereka juga tak luput mengatakan untuk membangun sebuah tim yang solid. Sebuah startup juga harus terbuka dengan segala ide dan masukan, serta kritik. “Bangun komunikasi yang baik dengan pekerja. Rajin-rajin R&D. Banyak-banyak problem solving.”

Yang terakhir, Grab dan Tokopedia juga sepakat bahwa kolaborasi merupakan salah satu nadi dari sebuah startup. “Pastinya pada awalnya kita akan mendapat banyak penolakan. Tapi kita tetap harus gigih dalam membangun startup kita,” jelas Ridzki.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: