Tesla sesuaikan fitur Autopilot demi peraturan baru

Tesla mengatakan bahwa setir akan terbatas pada seberapa jauh ia dapat aktif sendiri saat menggunakan Autosteer.

Tesla sesuaikan fitur Autopilot demi peraturan baru

Tesla dikabarkan bakal menghadirkan sistem Autopilot yang diperbarui di wilayah Eropa agar dapat mempertimbangkan kembali beberapa fungsi untuk mematuhi peraturan baru. Sistem baru ini akan menghadirkan perubahan jalur yang lebih cepat dan membatasi seberapa jauh pengemudi dapat mengandalkan setir kemudi pada fitur Autosteer.

Electrek melaporkan bahwa meski Autopilot Tesla disetujui berdasarkan aturan lama, pabrikan mobil listrik ini dipanggil kembali untuk memenuhi peraturan UN/ECE R79 yang baru tentang sistem bantuan pengemudi. Pembaruan ini hanya berdampak pada kendaraan Model S dan Model X. Sedangkan Model 3 sudah mematuhi aturan baru.


BACA JUGA

Chevrolet punya teknologi agar remaja selalu gunakan sabuk pengaman

Nissan perkenalkan generasi lanjutan teknologi mobil otonom

Triumph pastikan akan buat sepeda motor listrik


Tesla mengatakan bahwa setir akan terbatas pada seberapa jauh ia dapat aktif sendiri saat menggunakan Autosteer. Hal ini kemungkinan akan menjadikan belokan tajam pada jalanan menjadi sebuah tantangan. Selain itu, perubahan lajur harus dilakukan dengan cepat.

“Selain itu, untuk menginisiasi Auto Lane Change, lampu sein belok harus diaktifkan secara tepat dan perubahan lajur harus dimulai dalam 5 detik setelah sein tersebut,” kata Tesla.

Tesla telah menghadapi beberapa tantangan di Eropa yang padat dengan regulasi. Meski mengalami hambatan dan harganya mahal, pabrikan otomotif asal California ini cukup terkenal di Uni-Eropa. Model 3 adalah sedan menengah premium terlaris pada bulan pertama kehadirannya di wilayah tersebut, melampaui Mercedes-Benz C class dan mobil Eropa lainnya. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: