Tesla minta Apple bantu gugat mantan karyawannya

Gugatan yang diajukan Tesla menyatakan bahwa mantan karyawan bernama Guangzhi Cao mencuri kode sumber software Autopilot Tesla.

Tesla minta Apple bantu gugat mantan karyawannya (Foto: Slickdeals)

Tesla menggugat mantan karyawannya dengan dugaan telah mencuri data penting perusahaan. Mantan karyawan Tesla tersebut kini bekerja di perusahaan China Xpeng dan anak perusahaannya XMotors.ai yang berbasis di Amerika Serikat (AS).

Gugatan yang diajukan Tesla menyatakan bahwa mantan karyawan bernama Guangzhi Cao mencuri kode software teknologi Autopilot Tesla. Cao mengaku pada pihak berwenang bahwa dia memang mengunduh kode sumber itu. Namun pengacaranya mengatakan kliennya tak melakukan apa pun dengan kode sumber itu.


BACA JUGA

Modul ini bisa ubah Tesla jadi sistem pengawas keamanan

Tesla uji coba genteng surya di pabrik mobilnya

Tesla punya sumber listrik baterai raksasa bernama Megapack


Menariknya Tesla mencari bantuan dari Apple tanpa alasan yang jelas. Laporan Bloomberg menyebutkan kuat diduga hal ini berkaitan dengan akses ke dokumen dari akun iCloud Guangzhi Cao, dimana dia mengaku menyimpan IP Tesla. 

Baik Tesla maupun Apple belum memutuskan untuk menggugat Xpeng. Sebagai gantinya Tesla fokus mengejar mantan karyawan yang telah membawa kabur kekayaan intelektual perusahaan. Dilansir Cnet (14/7), Xpeng mengatakan telah memecat karyawannya itu, tak lama setelah Apple menyelidiki pencurian IP.

Belum ada informasi bagaimana Apple akan memenuhi permintaan Tesla mengingat keduanya kini secara teknis berlomba dalam membawa mobil otonom ke tingkat 4 dan 5. Tetapi dalam ranah ini, Tesla menggugat mantan karyawannya, sehingga kurang profesional rasanya jika Apple berlaku sebaliknya. Terkait kabar ini sendiri, baik Tesla maupun Apple belum memberikan komentarnya.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: