Tesla dan Panasonic tunda perluasan pabrik baterai mobil listrik

Baik Tesla maupun Panasonic tidak membantah laporan seputar menundaan tersebut. Kemitraan antara Panasonic dan Tesla tidak terlalu menguntungkan bagi Panasonic.

Tesla dan Panasonic tunda perluasan pabrik baterai mobil listrik Source: Pexels

Tesla dan Panasonic menunda rencana untuk memperluas pabrik baterai mobil listrik Gigafactory 1 di Nevada. Dilansir dari Engadget (11/4), kedua perusahaan tersebut memutuskan untuk membekukan pengeluaran pada pabrik baterai untuk kendaraan listrik terbesar di dunia itu setelah permintaan Tesla kurang memuaskan.

Awalnya kedua perusahaan berencana untuk meningkatkan kapasitas hingga 50 persen pada tahun depan. Panasonic juga tampaknya telah membatalkan rencana untuk berinvestasi dalam Gigafactory baru Tesla di Shanghai.


BACA JUGA

Tesla Model S dan Model X kini punya daya tempuh lebih jauh

Taksi listrik Blue Bird buka peluang Tesla masuk Indonesia

Hanya satu di dunia, VW Bug berbaterai Tesla


Dalam sebuah informasi, saham Tesla menurun hampir tiga persen sekitar beberapa hari lalu. Tesla mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka akan berinvestasi “sesuai kebutuhan” di pabrik Nevada.

“Kami tentu saja akan terus melakukan investasi baru di Gigafactory 1, sesuai kebutuhan. Namun, kami pikir ada jauh lebih banyak output yang dapat diperoleh dari peningkatan peralatan produksi yang ada dari yang diperkirakan sebelumnya,” kata juru bicara Tesla.

Baik Tesla maupun Panasonic tidak membantah laporan seputar penundaan tersebut. Kemitraan antara Panasonic dan Tesla tidak terlalu menguntungkan bagi Panasonic; perusahaan ini diberitakan kehilangan lebih dari USD180 juta (Rp2,5 triliun) pada produksi baterai pada akhir tahun keuangannya. Panasonic mengumumkan pada bulan Januari bahwa mereka bermitra dengan Toyota untuk membuat baterai mobil listrik, menunjukkan bahwa perusahaan tidak terlalu mengandalkan Tesla.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: