Ternyata Apple sempat meradang kepada Intel

Hal ini terjadi pada 2017 lalu, saat Intel ternyata lalai dalam perjanjian penyediaan modem 4G untuk perangkat Apple.

Ternyata Apple sempat meradang kepada Intel Apple (Pixabay)

Di balik sebuah perpisahan pastinya selalu ada cerita yang seru untuk diikuti. Begitu juga dengan pecahnya kerjasama Apple dan Intel dikarenakan Intel tidak bisa memenuhi jadwal penyelesaian modem 5G mobile untuk perangkat iPhone selanjutnya.

Ternyata, sebelum hal ini terjadi, Apple juga pernah meradang terhadap Intel. Hal ini dikarenakan perusahaan semikonduktor tersebut pernah melakukan yang sama seperti saat ini. Intel tidak dapat menepati tenggat waktu perbaikan modem jaringan 4G mobile mereka untuk perangkat iPhone.


BACA JUGA

Imbas perang dagang Amerika dan China, Apple alihkan produksi iPad dan MacBook ke Indonesia

Apple luncurkan MacBook Pro 2019, harganya mulai dari Rp26 juta

Ide Apple Card sudah ada sejak 2004


“Masalah antara Apple dan Intel ini sudah ada sejak 2017 lalu. Tapi puncaknya ada pada ketidakmampuan Intel menyelesaikan modem 5G pada Apple tepat waktu,” kata orang dalam dari Apple, seperti dikutip dari laman 9to5Mac (17/5/2019).

Disebutkan, VP hardware Apple Johnny Srouji sebenarnya pernah mengungkapkan kekecewaannya kepada pihak Intel. Dia dikatakan sebel karena modem 4G Intel 7560 tidak dapat berfungsi normal.

"Modem Intel untuk perangkat iPhone yang disebut sebagai Intel 7560 tidak bisa berfungsi normal,” jelas sang informan. “Ada dua orang yang mengetahui masalah yang terjadi pada 2017 tersebut.”

Yang membuat mereka meradang adalah pada saat itu adalah pertama kalinya Apple bergantung penuh terhadap modem Intel setelah berpisah dengan supplier utama mereka, yakni Qualcomm.

"iPhone baru ini adalah pertama kalinya iPhone bergantung sepenuhnya pada Intel untuk menyediakan modem, dimana Apple tidak lagi bekerja sama dengan Qualcomm. Intel sudah mencoba memperbaiki modem itu sebanyak empat kali untuk bisa mencapai kualitas yang sama dengan modem Qualcomm,” kata sang sumber dengan serius. “Sayang Intel gagal memenuhi deadline tersebut. Bahkan terus mengalami masalah teknis yang membuat eksekutif Apple gelisah."

Saking kesalnya, Srouji pun meluapkan kekecewaannya pada Venkata Renduchintala. Kala itu, Benkata merupakan chief engineering officer Intel saat itu. “Dia mengatakan itu saat keduanya bertemu di Apple Campuss,” tegasnya. "Hal ini tak pernah terjadi pada Apple saat aku menjabat," ketus Srouji pada Renduchintala.

Untung, saat ini Apple telah kembali bekerja sama dengan Qualcomm untuk menyediakan modem 5G. Apple tampaknya meredam gengsi mereka dengan mengalah dan membayar denda yang diminta oleh Qualcomm.

Di sisi lain, pihak Intel yang diminta keterangan terkait masalah ini menolak untuk berkomentar. Tapi, dengan tegas menyebut bisnis modem 5G mereka sempat didekati perusahaan lain untuk diakuisisi.

"Kami mempunyai teknologi modem 5G mobile kelas dunia yang hanya sedikit perusahaan memiliki kekayaan intelektual dan kemampuan untuk melakukan pengembangan. Itulah mengapa banyak perusahaan yang mengatakan tertarik untuk mengakuisisi aset modem selular kami," tulis Intel dalam pernyataannya.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: