Telegram laris manis di negara korup

Relasi antara aplikasi perpesanan dan negara korup ternyata sangat tinggi

Aplikasi perpesanan dengan Keamanan tingkat tinggi seperti Signal dan Telegram tumbuh dengan cepat belakangan ini. Menurut laporan yang kami rangkum dari The Next web (231/), ada data menarik yang menunjukkan bahwa aplikasi ini tumbuh pesat di negara-negara dengan tingkat korupsi yang tinggi.


BACA JUGA

Akibat Facebook tumbang, Telegram dapat tiga juta pengguna baru

Fitur baru Telegram bisa koreksi foto terkirim

Apple blokir update aplikasi Telegram


Perusahaan analisa aplikasi bernama Apptopia, baru-baru ini berhasil mengumpulkan data pengguna Signal dan Telegram. Perusahaan itu mencoba membandingkan kontras antara 5 negara korup dan 5 negara terbersih di dunia. Data kelompok negara tersebut diambil dari data Transparency International. 

Apptopia menemukan, pengguna aktif bulanan kedua aplikasi ini tumbuh secara masif di negara dengan tingkat korupsi yang tinggi. Signal contohnya, menunjukkan pertumbuhan pengguna di grup negara korup yang mencapai 147 persen. Sementara di negara yang lebih bersih, pertumbuhannya hanya 11 persen. 

Telegram juga menunjukkan peningkatan pertumbuhan di negara-negara korup. Pada 2017 pertumbuhannya terlihat mencapai 118 persen. Sementara pertumbuhan penggunanya di negara yang lebih bersih tumbuh kurang dari 99 persen.

Menurut data indeks persepsi korupsi dari Transparancey International, negara-negara yang tergolong negara korup adalah Venezuela, Nigeria, Kenya, Rusia, dan Ukraina. Sementara negara dengan tingkat korupsi rendah yang dimaksud adalah Denmark, Swedia, Swis, Finlandia, dan Selandia Baru.

Dugaan sementara menunjukkan bahwa relasi negara korupsi dengan sistem pemerintahan otoriter menjadikan pertumbuhan kedua aplikasi tersebut meningkat pesat.  Rusia dan Venezuela misalnya, kedua negara ini bukan negara bebas. Sementara Nigeria, Keynya, dan Ukraina penduduknya tidak sepenuhnya bebas berpendapat.

Telegram sendiri lahir di Rusia di mana orang-orang Rusia seringkali ingin menciptakan alternatif solusi teknologi bagi negaranya sendiri. Di Rusia ada VKontakte yang menjadi media sosial terbesar pesaing Facebook. Kemudian ada Yandex yang menjadi pesaing Google di Rusia. Sementara Mail.ru adalah penyedia layanan webmail paling sukses di negara tersebut.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: