Teknologi ultrasonik jadikan permukaan apapun jadi sensitif sentuhan
Chip ultrasonik ini pada dasarnya menggunakan gelombang suara kecil untuk mendeteksi tekanan jari pada permukaan material.
UltraSense Systems via New Atlas
Teknologi ultrasonik jenis baru dapat menjadikan permukaan dari hampir seluruh material umum seperti logam, kaca, kayu, plastik, dapat dibuat sensitif terhadap sentuhan agar dapat berinteraksi dengan gadget. Adalah UltraSense Systems, perusahaan di balik teknologi ini mengatakan chipset ultrasonik mereka siap dimasukkan ke dalam perangkat konsumen pada tahun 2020, dan berpotensi menciptakan “pergeseran paradigma” untuk antarmuka sentuh.
Dalam istilah praktis, pikirkan ponsel tanpa tombol fisik, melainkan panel sensitif sentuhan yang dibangun dalam casing, atau meja dengan “tombol” yang dapat kamu tekan untuk menyalakan lampu atau mengubah sudut ruang kerja.
Chip ultrasonik ini pada dasarnya menggunakan gelombang suara kecil untuk mendeteksi keberadaan tekanan jari dan dapat bekerja melalui ketebalan material apa pun. Gelombangnya tidak terhalang oleh kelembaban, debu, minyak atau yang lainnya.
“Kami telah melihat perubahan dalam cara kita berinteraksi dengan perangkat, di mana digital telah menggantikan mekanik, dan perpindahan ke tombol virtual dan gestur permukaan semakin cepat. Penggunaan antarmuka ultrasonik dalam antarmuka sentuhan belum diimplementasikan sedemikian canggih sampai sekarang,” kata pendiri dan CEO UltraSense Systems, Mo Maghsoudnia.
- POCO Resmi Luncurkan Tablet Pad M1 dan Pad X1, Performa Ekstrem untuk Gaming dan Produktivitas
- Meta Luncurkan Oakley Meta Vanguard, Kacamata Pintar untuk Atlet dengan Fitur AI
- TECNO SPARK 40 Pro Series resmi meluncur, harga terjangkau fitur gak main-main
- nubia After Hours Talk: Inovasi dan Masa Depan Gaming Indonesia
Antarmuka sentuh dapat dengan mudah ditambahkan ke smartwatch dan perlengkapan AR/VR, atau dapat digunakan untuk mengaktifkan akses satu sentuhan ke mobil. Tombol sensitif sentuhan ini juga dapat dibangun di setir kemudi dalam kendaraan.
Sensor yang dikembangkan oleh UltraSense Systems dapat beroperasi dengan daya yang sangat kecil dan tanpa menggunakan prosesor yang terpisah. Mereka juga dapat bekerja jika pengguna mengenakan sarung tangan atau jika gadget ditutupi, dan bisa mendeteksi kekuatan tekanan. Demikian dilansir dari New Atlas (18/12).








