sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id wd
Kamis, 28 Nov 2019 08:00 WIB

Teknologi uap terbaru bisa daur ulang plastik

Prosedur dimulai dengan wadah plastik bekas yang disortir, dipisahkan dan dikondisikan, setelah itu dihancurkan menjadi partikel kecil, dicuci secara kimia dengan sabun khusus, dibilas dan kemudian dikeringkan.

Teknologi uap terbaru bisa daur ulang plastik
Photo by mali maeder from Pexels

Meskipun bahan kimia, makanan, dan zat berbau lainnya sering dijual dalam wadah plastik yang dapat didaur ulang, terkadang bau yang diserap oleh plastik membuatnya tidak cocok untuk didaur ulang. Untungnya, ada proses teknologi baru yang diklaim bisa menghilangkan bau.

Dikembangkan oleh Prof Andrés Fullana dan peneliti Andrea Abanes dari University of Alicante di Spanyol, teknik ini dilaporkan dapat menghilangkan senyawa organik yang mudah menguap volatile organic compound (VOC) yang dipancarkan oleh isi wadah plastik dan diserap oleh matriks polimernya. Dilansir dari New Atlas (26/11), proses penghilang bau seperti itu tidak mungkin dilakukan melalui metode pencucian dan daur ulang konvensional.

Prosedur dimulai dengan wadah plastik bekas yang disortir, dipisahkan dan dikondisikan, setelah itu dihancurkan menjadi partikel kecil, dicuci secara kimia dengan sabun khusus, dibilas dan kemudian dikeringkan. Dalam langkah terakhir, “penyaringan uap” merupakan cara untuk menghilangkan bau sebenarnya.

Dikenal juga sebagai proses teknologi “pengupasan uap”, penyaringan uap pada dasarnya melibatkan melewatkan uap melalui suatu bahan, dalam sebuah kolom. Saat uap naik, ia membawa VOC yang ada di material bersamanya. Ketika uap selanjutnya mengembun di dalam botol penampung, air cair sarat VOC yang dihasilkan dapat dipisah dan dibuang. Dengan demikian, proses ini juga bisa digunakan untuk mendapatkan produk yang bermanfaat, seperti minyak umum yang disuling dari daun tanaman.

“Ada kebutuhan untuk mendaur ulang dengan cara yang efisien dan ramah lingkungan agar sampah plastik dapat digunakan sebagai bahan baku, serta untuk mengurangi keberadaannya di tempat pembuangan sampah, mengurangi biaya produksi dalam industri sektor ini, dan untuk meningkatkan nilai tambah produk,” kata Cabanes.

Teknologi tersebut baru-baru ini diinformasikan telah dipatenkan, dengan lima perusahaan menyatakan minat untuk mengkomersilkannya.

Tag
Share
×
img
×
tekid
back to top