Teknologi kapal otonom digunakan untuk cari pesawat hilang

Sebuah ekspedisi National Geographic akan mencari pesawat yang pernah diterbangkan oleh Earhart di perairan sekitar pulau Nikumaroro.

Teknologi kapal otonom digunakan untuk cari pesawat hilang University of New Hampshire via New Atlas

Pilot asal Amerika Serikat terkenal, Amelia Earhart, menghilang pada tahun 1937 ketika berusaha terbang mengelilingi dunia menggunakan pesawat Lockheed Model 10E Electra. Baru-baru ini kapal tak berawak berteknologi tinggi telah didaftarkan untuk membantu mencari pesawat itu, di dekat sebuah pulau di mana Earhart mungkin telah melakukan pendaratan darurat.

Seluruh hal yang secara resmi diketahui seputar hilangnya Earhart bersama dengan navigatornya Fred Noonan adalah bahwa transmisi radio terverifikasi terakhirnya diterima ketika ia terbang di atas Samudra Pasifik tengah.


BACA JUGA

Skuter listrik ini dirancang tahan air dan lebih aman dikendarai

Jabodetabek mati lampu hampir seharian, PLN minta maaf

Menggunakan smartphone terlalu lama dapat tingkatkan risiko obesitas


Berdasarkan transmisi terakhir dan bukti fisik seperti tulang manusia, banyak orang yakin bahwa setelah mengalami kesulitan mekanis, ia berhasil keluar dari pesawatnya di dekat pulau Nikumaroro Pasifik Barat Daya. Di sana Earhart berhasil hidup selama beberapa waktu. Meskipun awalnya ada kemungkinan pesawat terletak di atas karang yang cukup dekat dengan pantai, ada kemungkinan arus membawanya ke air yang lebih dalam selama beberapa dekade.

Dipimpin oleh penjelajah laut Robert Ballard, orang yang menemukan bangkai kapal Titanic, sebuah ekspedisi National Geographic akan mencari pesawat yang pernah diterbangkan oleh Earhart di perairan sekitar pulau Nikumaroro.

Anggota tim akan menggunakan otonom dari University of New Hampshire yang dikenal sebagai Bathymetric Explorer and Navigator (BEN). Diproduksi untuk universitas oleh perusahaan teknologi otonomi kelautan ASV Global. Kapal mutakhir ini dilengkapi teknologi termasuk sistem navigasi Applanix POS / MV dan multibeam echoe-sounder Kongsberg EM2040P, yang memungkinkannya untuk membuat peta topografi dan akustik 3D berdasarkan teknologi backscatter.

Rencana penggunaan BEN adalah di daerah-daerah di mana airnya terlalu dalam untuk penyelam, namun terlalu dangkal untuk navigasi yang aman oleh Exploration Vessel (EV) Nautilus. Jika sesuatu yang menjanjikan muncul di salah satu peta, kendaraan yang dioperasikan dari jauh (remotely-operated vehicles / ROV) akan dikirim dari EV Nautilus untuk diselidiki. Demikian dilansir dari New Atlas (15/8).

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: