sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id benq
Kamis, 24 Okt 2019 15:29 WIB

Taksi Blue Bird kini dilengkapi perangkat IoT

Blue Bird juga bekerja sama dengan IBM Indonesia untuk menopang infrastruktur teknologi yang mengakomodir sistem taksi IoT tersebut.

Taksi Blue Bird kini dilengkapi perangkat IoT

Blue Bird kini sudah memperkenalkan taksi yang didukung oleh teknologi Internet of Things (IoT) pada Agustus lalu bekerja sama dengan Telkomsel. Taksi tersebut dilengkapi perangkat agar monitornya lebih baik oleh perusahaan. Selain dengan Telkomsel, Blue Bird juga bekerja sama dengan IBM Indonesia untuk menopang infrastruktur teknologi yang mengakomodir sistem taksi IoT tersebut.

Ke depannya, Blue Bird akan menerapkan heat map, teknologi visualiasi pemetaan, guna membantu pengemudi menemukan titik lokasi yang tepat, dimana permintaan taksi lebih banyak.

"Hitmap bisa memberikan guidance buat driver kita, dimanapun mereka berada kita bisa kasih rekomendasi," Andeka Putra, Chief Information Officer, Blue Bird.

Data ini didasarkan pada basis data milik perusahaan yang kemudian dikombinasikan dengan data eksternal dari mitranya seperti IBM yang membantu Bluebird menghimpun data terkait cuaca. Data lainnya yang dihimpun perusahaan guna membantu driver taksi IoT adalah data event seperti konser, dimana biasanya permintaan akan transportasi cukup tinggi.

Dengan sistem ini, pengemudi akan menerima rekomendasi wilayah mana yang banyak permintaan. Rekomendasi tersebut nantinya akan dikirimkan pada aplikasi Bluebird khusus driver.

Perangkat IoT di taksi Blue Bird juga memungkinkan perusahaan untuk mengetahui kondisi kendaraan mereka secara real-time. Dengan begitu, Blue Bird bisa mengatasi masalah mesin kendaraan dengan cepat.

"Jadi alat ini kita hubungkan langsung ke electronic control unit kendaraan. Jadi real-time kita bisa baca tentang keadaan kendaraan kita dan dikirim langsung ke sistem kita. Jadi predictive maintenance, salah satu hal juga sedang kita pikirkan," ujarnya.

Menyusul sejumlah teknologi yang semakin inovatif, Bluebird juga berencana mengubah perangkat pendukung sistem IoT. Sebelumnya pelanggan akan melihat dua alat khusus yang tersedia di taksi Blue Bird. Pertama yaitu alat yang menampilkan argo, dan perangkat kedua yang berada di depan kanan pengemudi adalah alat untuk menampung GPS serta komunikasi.

Alat itu akan diubah dalam satu perangkat IoT yang mampu mengakomodir GPS, argometer hingga komunikasi pengemudi ke pusat perusahaan. Perangkat IoT ini juga memungkinkan pengemudi untuk terus terhubung dengan perusahaan, meski melalui terowongan atau gedung tinggi.

"Dua perangkat itu kita ganti. Fungsinya, argometer, komunikasi, dan fungsi lainnya, seperti GPS yang biasanya dipakai, biasanya kalau lewat gedung bertingkat, masuk terowongan, masuk underpass, data hilang. Dengan teknologi GPS yang sekarang, kita pasang di IoT kita, kita tetap bisa deteksi mereka walaupun masuk terowongan, basement dan sebagainya... Nanti cuma ada satu alat," kata Andeka.

Penerapan perangkat IoT di taksi Blue Bird sudah berjalan sejak dua bulan lalu. Hingga akhir tahun ini perusahaan menargetkan 10.000 unit taksi, sudah dilengkapi perangkat tersebut.

Share
back to top