Surat Tuhan milik Albert Einstein dilelang Rp41,6 miliar

Tulisan tangan Albert Einstein yang dikenal sebagai "Surat Tuhan" telah dilelang. Karya Einstein itu dibeli hampir USD3 juta.

Surat Tuhan milik Albert Einstein dilelang Rp41,6 miliar (Foto: Famous Biographies)

Tulisan tangan Albert Einstein yang dikenal sebagai "Surat Tuhan" telah dilelang. Karya Einstein itu berhasil dilelang hampir USD3 juta di rumah lelang Christie, New York. 

Christie mengatakan surat itu dilelang dan dimenangkan oleh pembeli premium. Harga lelang tertinggi mencapai USD2,89 juta (Rp41,6 miliar). Jumlah tersebut meningkat hampir dua kali lipat dari nilai lelang yang diharapkan. 


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Ini wilayah Indonesia paling romantis saat Valentine

Ini 5 keterampilan yang paling dicari di 2019 menurut LinkedIn

5 Ikon Pop Culture yang bisa jadi inspirasi kostum Halloween


Surat satu setengah halaman itu ditulis pada 1954. Ditulis dalam bahasa Jerman, untaian kata Einstein ditujukan sebagai tanggapan kepada filsuf Eric Gutkind yang mengisahkan perenungan tentang Tuhan, Alkitab dan Yahudi. 

"Kata Tuhan bagi saya tidak lebih dari ekspresi dan produk kelemahan manusia, Alkitab adalah koleksi yang terhormat tapi masih primitif, legenda yang masih sangat kekanak-kanakan," tulis Einstein. 

Kalimat itu sekaligus menjadi bukti fisikawan jenius tersebut merupakan seorang atheis. Namun Einstein terkadang mengatakan dirinya bukanlah seorang atheis, bahkan dia menegaskan tak suka disebut atheis. 

Einstein juga menyuarakan kekecewaannya pada Yahudi. "Bagi saya agama Yahudi seperti yang lainnya adalah inkarnasi dari takhayul. Orang-orang Yahudi... bagi saya tidak memiliki kualitas yang berbeda dibanding semua orang lainnya," tulis Einstein. 

"Sejauh pengalaman saya, mereka tidak lebih baik dari kelompok manusia lainnya, meskipun mereka terlindung.. Saya tidak melihat mereka sebagai yang 'terpilih'." 

Menurut biografi Einstein: A Life yang diterbitkan pada 1996, fisikawan itu memang sangat religius sejak kecil. Namun sejak usia 13 tahun, dia meninggalkan semangat religiusnya yang belum begitu kritis. Dia merasa ditipu untuk mempercayai kebohongan. 

Dalam kesempatan lain Eistein juga mengkritik atheis fanatik yang intoleransinya sama dengan mereka yang fanatik terhadap agama. Meski raganya tak lagi berwujud, sosok dan pemikiran Einstein masih melekat kuat hingga saat ini. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: