sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id asus
Senin, 08 Mar 2021 08:02 WIB

SpaceX bangun pabrik di Austin untuk rancang perangkat keras Starlink

Pabrik baru SpaceX di Austin akan digunakan untuk merancang sistem perangkat lunak untuk perangkat keras layanan Starlink bagi konsumen.

SpaceX bangun pabrik di Austin untuk rancang perangkat keras Starlink
Source: SpaceX

SpaceX sudah meluncurkan ribuan satelit Starlink untuk memperluas konektivitas internet satelit di seluruh negeri. Sementara satelit ditempatkan ke orbit, komponen terpenting lainnya adalah perangkat keras yang ditempatkan di rumah pengguna masing-masing. Baru-baru ini, perusahaan mengumumkan sedang membangun pabrik baru di Austin, Texas untuk menghasilkan antena parabola, router WiFi, dan perangkat keras lainnya untuk jaringan Starlink.

Kabar ini datang dari informasi lowongan kerja SpaceX yang mencari insinyur otomatisasi dan kontrol. Informasi menyatakan karyawan tersebut akan bertugas dalam merancang jutaan perangkat untuk konsumen, di antaranya antena, router WiFi, pemasangan perangkat keras, dan banyak lagi. Perlu diketahui, pabrik tidak akan memproduksi perangkat tersebut melainkan merangkai sistem untuk meningkatkan proses produksi.

Lebih spesifik lagi, lowongan mengatakan akan merancang dan mengembangkan sistem kontrol dan perangkat lunak untuk mesin lini produksi dalam mengatasi tantangan mekanis, perangkat lunak, dna listrik “terberat” yang datang dengan manufaktur bervolume tinggi. Calon karyawan juga diminta agar fokus pada fleksibilitas, keandalan, kemudahan perawatan, dan kemudahan penggunaan.

Untuk diketahui, layanan Starlink sudah menjadi impian banyak orang karena kecepatan internet yang menjanjikan. Meski masih dalam versi beta, layanan tersebut memiliki 10.000 pelanggan dan memberikan kecepatan tercepat dari internet berbasis satelit lainnya. Di Indonesia, konsumen akan dikenai biaya USD99 atau Rp1,3 juta untuk pra pendaftaran, dan USD499 atau Rp7 juta untuk perangkat keras atau Starlink Kit. 

Share
×
tekid
back to top