Sony umumkan dua mirrorless tipe APS-C terbaru

Kedua kamera itu adalah Sony a6600 flagship dengan stabilisasi dalam bodi (IBIS) dan Sony a6100 yang masuk ke dalam kamera mirrorless entry-level untuk fotografer dan vlogger.

Sony umumkan dua mirrorless tipe APS-C terbaru

Tidak tanggung-tanggung, Sony meluncurkan dua kamera mirrorless bersensor APS-C, yakni Sony a6600 flagship dengan stabilisasi dalam bodi (IBIS) dan Sony a6100 yang masuk ke dalam kamera mirrorless entry-level untuk fotografer dan vlogger. Dilansir dari PetaPixel (28/8), Sony a6600 merupakan sang pengganti dari a6500 dengan menghadirkan teknologi autofocus terbaru.

Resolusi sensor yang ada di dalam a6600 adalah 24 MP serta prosesor gambar Bionz X. Sony juga membekalinya dengan sistem AS hibrida 425 poin dengan cakupan 84 persen dari seluruh frame. Layar LCD sentuh yang digunakannya memiliki ukuran 3 inci serta beresolusi 921 ribu dot. Layar ini dapat dilipat ke atas agar memudahkan melakukan vlogging.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Sony umumkan kamera mirrorless full-frame a9 II

Tiga lensa mirrorless full-frame Canon sambangi Indonesia

Nikon Z50 akan hadir dengan sensor APS-C


Kecepatan pemotretan continuous dapat dilakukan hingga 11 fps dalam kemampuan AF dan AE berubah-ubah. Kamu juga dapat melakukan perekaman video beresolusi 4K/30p. Bodi yang digunakan a6600 memiliki bahan magnesium campuran sehingga diklaim tahan terhadap cipratan air dan debu.

Stabilisasi IBIS yang diberikannya memiliki 5 arah agar dapat memotret atau merekam video secara stabil tanpa goyangan meski tidak menggunakan lensa berteknologi OIS. Sony melengkapi a6600 dengan port untuk jack mikrofon dan headphone agar suara video terdengar jelas.

Sony a6600 akan mulai tersedia pada bulan November dengan harga USD1400 (Rp20 juta) atau USD1800 (Rp26 juta) dengan lensa kit Sony 18-135mm.

Sebagai perbandingan, Sony a6100 tidak menawarkan beragam fitur kelas profesional. Seperti a6400 dan a6600, Sony a6100 menawarkan sensor APS-C 24 MP, prosesor gambar Bionz X dan sistem sutofocus hibrida 425 poin dengan cakupan 84 persen dari seluruh frame. Kamera ini juga dapat memotret hingga 11 fps dalam AF dinamis.

Layar LCD di belakangnya memiliki ukuran 3 inci serta dapat ditekuk ke atas agar lebih mudah melakukan selfie atau semacamnya. Tidak lupa juga Sony membekali perekaman 4K rengan refrsh rate 30 fps. Tetapi a6100 memiliki resolusi electronic vewfinder (EVF) dengan resolusi yang lebih rendah dibandingan dengan a6400 dan a6600 dengan 1,44 juta dot. Sebagai perbandingan, EVF pada a6400 dan a6600 memiliki resolusi 2,36 juta dot.

ISO maksimal yang dapat diberikan oleh a6100 hanya 51200. Kamera ini mengantungi port untuk jack mikrofon, tetapi sayangnya tidak tersedia jack untuk headphone. Sony juga tidak melengkapi a6100 dengan fitur Eye AF ketika merekam video. Hal yang absen pada a6100 satu lagi adalah tidak ada stabilisasi dalam bodi (IBIS).

Bodi Sony a6100 dijual dengan harga USD750 (Rp10,7 juta) dan jika kamu ingin membelinya dengan dua paket lensa Sony 16-50mm dan 55-210mm, maka harganya menjadi USD1100 (Rp15,8 juta).

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: