Sony punya paten untuk saingi Google Stadia

Sony tidak dalam bahaya kehilangan posisi mereka sebagai solusi gim rumahan, tetapi paten ini dapat membantu mereka menggaet pasar yang disasar Google.

Sony punya paten untuk saingi Google Stadia Source: Variety

Sony dikabarkan telah menerapkan beberapa paten yang kemungkinan besar terkait dengan PlayStation 5 dan headset virtual reality (VR) generasi baru. Salah satu paten terungkap seperti jawaban untuk Google Stadia dan yang lainnya berfokus pada pengontrolan pengalaman VR lewat suara.

Google memposisikan platform streaming gim Stadia sebagai opsi fleksibel dengan manfaat signifikan atas persaingan di kancah ini, tetapi salah satu kompetitornya mungkin sedang mengerjakan jawaban atas kemampuan Stadia untuk menjangkau gamer apapun jenis perangkat yang digunakannya.


BACA JUGA

Satu lagi pendiri Blizzard yang hengkang

Ini tips chicken dinner dari EVOS

Flappy Royale suguhkan burung Flappy dengan genre battle royale


Paten Sony mengungkapkan “sistem untuk menggabungkan status aplikasi yang direkam dengan output video interaktif streaming aplikasi.” Dengan ini, gim akan dimasukkan melalui layanan hosting yang dapat diakses melalui internet lewat set-top box, PC atau perangkat mobile. Alat-alat ini mentransmisikan gim ke monitor atau HDTV dan para pemain mengontrolnya menggunakan mouse dan keyboard, atau kontroler.

Paten ini kemungkinan bakal meluncur bersamaan PS5 dengan berlangganan terpisah. Salah satu manfaat dari Stadia adalah pemain dapat memainkan gim berat tanpa harus menggunakan hardware berspesifikasi dewa.

Dilansir dari Digital Trends (14/5), Sony dan Microsoft tidak dalam bahaya kehilangan posisi mereka sebagai solusi gim rumahan, tetapi paten ini dapat membantu mereka menggaet pasar yang disasar Google. Tidak semua gamer mampu memutakhirkan konsolnya setiap kali ada konsol baru atau mungkin tidak dapat membeli konsol sama sekali, sehingga ada kemungkinan solusi streaming ini bisa menjadi jawaban yang tepat bagi mereka.

Paten lain dari Sony adalah “transisi gameplay pada layar yang dipasang di kepala” dan dapat dikaitkan dengan headset PlayStation VR generasi baru. Secara khusus, headset tersebut akan mendengarkan input vokal dari seseorang yang tidak mengenakan head-mounted display (HMD) dan memungkinkan pemakai untuk menghentikan gim dan melihat di sekeliling headset via kameranya. Cara ini akan memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan orang tanpa harus melepas headset.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: