Sony bikin chip IoT dengan jangkaun sejauh 96 kilometer

Modul chip IoT Sony dilaporkan mampu bekerja hingga jarak 96 km. Modul ini bahkan bisa tetap bekerja di lingkungan urban dengan objek yang bergerak dengan kecepatan tinggi.

Sony bikin chip IoT dengan jangkaun sejauh 96 kilometer Source: Google

Sony diam-diam dilaporkan sudah merilis sebuah chip yang akan mengubah cara perangkat IoT berkomunikasi. Modul chip itu, akan mengirim data ke jaringan ELTRES milik Sony. Modul ini sanggup mentransmisikan data sejauh 96 km. Modul ini diklaim akan tetap bekerja pada perangkat yang bergerak dengan kecepatan tinggi sekalipun.

Untuk diketahui, sejauh ini perangkat nirkabel menghadapi kendala berupa jarak maksimum di mana perangkat masih dapat terhubung satu sama lain. Jika melewati jarak maksimumnya, umumnya koneksi akan langsung terputus. Dalam kasus IoT, biasanya perangkat semacam ini harus terhubung di jaringan WiFi yang sama.


BACA JUGA

The Last of Us 2 kemungkinan rilis 2020 mendatang

Sony akan tutup pabrik distribusi cakram Blu-ray di Inggris

Playstation 5, bakal bersaing di ranah game streaming


Dilansir dari Engadget (29/5), internet akan digunakan oleh sistem IoT untuk mengirim data ke penyimpanan awan (cloud). Ada dua cara yang bisa dilakukan, yakni dengan menggunakan jaringan WiFi dengan jangkauan yang sangat terbatas atau melalui koneksi data seluler yang biayanya bisa membengkak.

Low-power wide area (LPWA) ELTRES network milik Sony memanfaatkan teknologi nirkabel berdaya rendah untuk mentransfer data dengan bit rendah pada area yang luas. Dengan rendahnya konsumsi daya yang dibutuhkan, memungkinkan sistem milik Sony ini untuk menghubungkan berbagai perangkat dalam cakupan wilayah yang lebih luas.

Chip CXM1501GR mentransmisikan sinyal pada pita frekuensi 920MHz. Chip ini dilengkapi dengan sensor GPS/GNSS untuk memperoleh waktu dan posisi data yang diambil. Sony mengklaim bahwa chip ini akan bekerja pada berbagai perangkat IoT. Tujuannya adalah untuk mengembangkan berbagai layanan yang memanfaatkan komunikasi nirkabel yang stabil dalam jarak yang jauh dan sambil bergerak dengan kecepatan tinggi.

Sony menyatakan bahwa teknologi ini dapat digunakan untuk memantau lokasi saat bermain ski, melacak hewan liar, menentukan lokasi kapal, serta melacak berbagai hal seperti drone dan kereta api.

Untuk saat ini, tampaknya Sony baru menerapkan teknologi ini di Jepang. Di negeri itu, Sony juga baru saja meluncurkan program aplikasi untuk sistem tersebut. Perusahaan ini berencana untuk membangun jaringan dan melakukan uji coba lanjutan.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: