Sony Mirrorless a6600 dan a6100 resmi rilis di Indonesia

Resolusi sensor yang ada di dalam mirrorless a6600 adalah 24,2 MP serta prosesor gambar Bionz X. Sony menjelaskan kamera ini masuk ke dalam kelas flagship dari jajaran APS-C mereka.

Sony Mirrorless a6600 dan a6100  resmi rilis di Indonesia

Setelah mengumumkan kehadiran kamera mirrorless full-frame a7R IV dan RX100 VII sekitar tiga bulan lalu, pada Senin  (18/11) Sony kembali meramaikan pasar kamera mirrorless tipe APS-C lewat a6600 dan a6100. Sesuai modelnya, a6600 merupakan pengganti a6500 yang diklaim dilengkapi dengan teknologi AF terbaru.

Resolusi sensor yang ada di dalam Sony mirrorless a6600 adalah 24,2 MP serta prosesor gambar Bionz X. Sony menjelaskan kamera ini masuk ke dalam kelas flagship dari jajaran APS-C mereka.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Canon siapkan mirorless full-frame beresolusi 75 MP

Canon bakal hadirkan EOS R dengan mount EF/RF hibrida

Fujifilm X-T4 dengan fitur IBIS diprediksi meluncur akhir tahun 2020


“Sony a6600 dirancang serba guna untuk memenuhi untuk memenuhi kebutuhan para fotografer dan videografer yang cukup tinggi. Sehingga cocok untuk berbagai kebutuhan pengambilan gambar dan pengguna,” kata Marketing Director PT Sony Indonesia, Koji Sekiguchi.

Sony membekali a6600 dengan sistem AF hibrida 425 poin dengan cakupan 84 persen dari seluruh frame. Layar LCD sentuh yang digunakannya memiliki ukuran 3 inci serta beresolusi 921 ribu dot. Layar ini dirancang agar dapat dilipat ke atas agar memudahkannya melakukan vlogging. Tetapi seharusnya Sony membekali engsel LCD tersebut dengan mekanisme fleksibel agar lebih dapat menghasilkan foto dengan kreativitas tinggi.

Karena ini merupakan kamera flagship, maka tidak heran a6600 dilengkapi dengan sistem stabilisasi gambar dalam bodi (in-body image stabilization/IBIS). Dengan demikian, sistem peredam getaran akibat tanggan dapat diatasi bukan hanya dari lensa yang mendukung.

Dengan demikian, stabilisasi IBIS yang diberikannya memiliki 5 arah agar dapat memotret atau merekam video secara stabil meski tidak menggunakan lensa berteknologi OIS. Sony melengkapi a6600 dengan port untuk jack mikrofon dan headphone agar suara video terdengar lebih jelas.

Kecepatan pemotretan continuous dapat dilakukan hingga 11 fps dalam kemampuan AF dan AE berubah-ubah. Dalam hal perekaman, pengguna juga dapat mengambil video hingga beresolusi 4K dengan refresh rate 30 fps. Sekali lagi, sebagai model kamera mirrorless, sudah sewajarnya jika a6600 memiliki bahan magnesium yang kokoh sehingga menjanjikan tahan cipratan air dan debu.

Sony mengklaim kamera terbaru ini mampu menentukan titif AF dengan cepat hingga 0,02 detik. Tidak ketinggalan pula pendeteksi mata yang berguna saat memotret close-up menggunakan lensa ber-aperture besar.

Sony a6100

Di sisi lain, Sony a6100 tidak dilengkapi dengan sistem stabilisasi gambar IBIS. Dengan demikian, kamera tersebut hanya mengandalkan stabilisasi lewat lensa yang terpasang. Meski demikian, seperti a6600, a6100 juga menawarkan sensor jenis APS-C beresolusi 24,2 MP serta prosesor gambar Bionz X dan sistem AF hibrida 425 poin dengan cakupan 84 persen dari seluruh frame. Sony juga menyajikan a6100 dengan pemotretan continuous 11 fps dalam AF berubah-ubah.

Layar LCD di belakang a6100 memiliki ukuran 3 inci serta dapat ditekuk ke atas sehingga memudahkan melakukan selfie atau vlogging. Tidak lupa juga Sony membekali perekaman 4K dengan refresh rate 30 fps.

Kamu juga dapat melakukan komposisi saat memotret subjek lewat electronic viewfinder (EVF) dengan panel OLED 1,44 juta dot pada a6100. Sedangkan EVF pada a6600 memiliki teknologi panel OLED beresolusi 2,36 juta dot.

Kamera ini mengantungi port untuk jack mikrofon, tetapi sayangnya tidak tersedia jack untuk headphone. Sony juga tidak melengkapi a6100 dengan fitur Eye AF ketika merekam video.

Tersedia mulai bulan Desember 2019, harga yang ditawarkan untuk Sony a6600 adalah Rp20.999.000 (bodi) dan Rp12.499.000 untuk sony a6100 (bodi).

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: