Software ini andalkan AI untuk mengubah video 30 fps jadi slow-mo

AI bisa jadikan video 360 derajat yang semula direkam pada 8K 30fps menjadi video slow-motion 8K 240fps.

Software ini andalkan AI untuk mengubah video 30 fps jadi slow-mo

Pabrikan kamera 360 derajat kelas profesional, Kandao, baru saja meluncurkan software bernama AI Slow-motion. Aplikasi ini dirancang untuk mengubah rekaman video 360 derajat pada frame rate 30 fps menjadi 300 fps demi kebutuhan gerak lambat (slow-motion).

Sesuai namanya, software tersebut menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan machine learning untuk memprediksi dan menghasilkan frame perantara demi output slow-motion yang mulus dan terperinci dari rekaman 360 derajat.


BACA JUGA

Helios resmi luncurkan software Helios Mobility Suite

Software Boeing 737 Max sudah rampung

Polisi New York punya software khusus untuk bantu atasi kejahatan


Kandao juga menyatakan bahwa dibandingkan dengan aliran optik atau metode interpolasi yang digunakan dalam sistem software lain, rekaman yang dihasilkan AI menawarkan interpolasi frame yang lebih akurat, serta lebih minim kerusakan gambar pada tepian yang bergerigi dan gangguan artefak lainnya. Dilansir dari DPReview (18/4), software ini juga membutuhkan sistem hardware kelas atas dibandingkan dengan sistem sebanding.

Fitur ini awalnya akan diimplementasikan ke dalam aplikasi Kandao QooCam Studio dan Kandao Studio, yang memungkinkan untuk menciptakan efek gerak lambat hingga 10x. Misalnya, video 360 derajat yang semula direkam pada 8K 30fps dapat dikonversi menjadi video slow-motion 8K 240fps atau video 4K 60fps menjadi rekaman 4K 480fps.

Sayangnya, meski algoritma di balik fitur ini dapat berfungsi dengan semua video yang ada, pada langkah pertama teknologinya hanya akan berfungsi dengan video dari kamera Kandao. Namun, perusahaan tersebut mengatakan akan membuat AI Slow-motion ini tersedia untuk kamera lain di masa mendatang. Ini tentu saja merupakan kabar baik bagi para videografer 360 derajat yang ingin bekerja dengan gerakan super slow-motion tanpa menggunakan kamera khusus.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: