Simpang siur bahaya radiasi jaringan 5G

Alih-alih bangga dengan kehadiran 5G, beberapa laporan mencatat, kanton Vaud menghentikan pengiriman pemancar 5G karena masalah kesehatan.

Simpang siur bahaya radiasi jaringan 5G

Kantor Komunikasi Federal Swiss telah memberikan izin kepada Swisscom untuk menawarkan layanan 5G secara komersil. Saat ini, jaringan itu tersebar langsung di seluruh kota-kota besar dan kawasan wisata Swiss. Dengan begitu, Swiss menjadi negara ketiga yang telah terjamah oleh layanan 5G komersil. 

Alih-alih bangga dengan kehadiran 5G, beberapa laporan mencatat, kanton Vaud menghentikan pengiriman pemancar 5G karena masalah kesehatan. Kekhawatiran serupa kemudian mendorong pemerintah federal Swiss berjanji untuk mulai mengukur radiasi 5G, menimbang risikonya dan mempublikasikannya ke publik. 


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Mitos 5G dan pertanyaan seputarnya

Telkomsel bakal siapkan 5G untuk perusahaan kertas

Monetisasi 5G masih sulit dilakukan


Kabar baiknya, sebagian besar ilmuwan dan insinyur sepakat radiasi non-ionisasi yang dihasilkan oleh perangkat seluler, tidak akan membahayakan jaringan hidup. Di luar hasil tes laboratorium, mereka menunjukkan dekade yang lama dari radio, televisi, radar, satelit dan siaran nirkabel lainnya yang tampaknya belum menyakiti siapa pun secara biologis. 

Sentara itu, kabar negatifnya adalah tak ada yang yakin 100% bahwa sinyal nirkabel benar-benar tak berbahaya, dengan asumsi mereka berada di dekat tubuh dalam waktu yang lama. Faktanya, lembaga terkait di seluruh dunia biasanya membatasi dan mensyaratkan pengungkapan emisi nirkabel, meski batasannya bervariasi di setiap negara, perangkat serta faktor lainnya. 

Dengan ketiadaannya kepastian akan bahaya maupun risikonya, orang-orang cenderung merasa panik. Dilansir Venture Beat (20/4), mayoritas warga Swiss dilaporkan takut akan bahaya potensial dari radiasi seluler. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) juga telah membahas topik radiasi tersebut. Beberapa orang bahkan telah menggugat perusahaan karena tumor otak yang diduga disebabkan oleh ponsel. 

Bahaya radiasi memang belum jelas. Namun jelas operator, produsen chip dan pemerintah perlu memperhatikan topik akan dampak jaringan 5G yang mulai menyebar di beberapa negara. 

FCC Amerika Serikat(AS) juga mengatakan "Saat ini, tidak ada bukti ilmiah yang menetapkan hubungan sebab akibat antara penggunaan perangkat nirkabel dengan kanker atau penyakit lainnya, namun memberikan informasi tentang beberapa langkah praktis, bisa digunakan untuk meminimalisir paparan radiasi ponsel, meskipun praktik ini tak begitu diperlukan."

Sejauh ini, belum diketahui juga ada tanggapan serupa dengan yang dikhawatirkan Vaud-Swiss.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: