sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id benq
Jumat, 29 Mei 2020 20:23 WIB

Scammer manfaatkan konspirasi 5G untuk menjual alat perlindungan palsu

Scammer berusaha menipu penganut teori konspirasi 5G dengan menjual alat perlindungan palsu yang hanya berupa USB dengan memori 128MB.

Scammer manfaatkan konspirasi 5G untuk menjual alat perlindungan palsu
Source: 5GBioShield

Teori konspirasi terhadap efek negatif 5G tampaknya semakin populer di ranah online belakangan ini. Hal ini pun dimanfaatkan scammer yang mengambil keuntungan dengan menjual produk palsu, yang diklaim akan dapat melindungi orang dari dampak negatif tersebut. 

Sebuah perusahaan bernama BioShield Distribution dilaporkan meluncurkan sebuah perangkat yang dikatakan menggunakan teknologi quantum holographic catalyzer. Perangkat ini diketahui baru-baru ini dijual di Inggris dengan harga USD348 atau sekitar 5,1 juta. 

Penjual perangkat ini mengklaim kalau alat ini dapat melindungi seluruh rumah penggunanya dari dampak buruk 5G. Namun dalam sebuah pengujian, terungkap bahwa perangkat yang diklaim memiliki teknologi tinggi itu hanyalah sebuah USB murah dengan stiker. Singkatnya alat ini tidak menawarkan perlindungan apa pun. 

Lucunya dalam website BioShield Distribution perangkat ini dikatakan hadir dengan lapisan nano yang merupakan teknologi quantum holographic catalyzer. Bahkan cakupannya diklaim mencapai delapan hingga 40 meter. 

Dilansir dari TheVerge (29/5), kebohongan ini dibongkar oleh seorang peneliti keamanan bernama Phil Eveleigh. Ia sengaja membeli satu perangkat itu, kemudian membongkarnya. Di dalamnya ternyata hanya terdapat sebuah USB dengan memori 128MB. Itu pun diduga kuat merupakan USB buatan Tiongkok dengan harga murah. 

“Sekarang kita bisa mengatakan kalau stiker ini tidak memiliki fungsi tambahan yang belum digunakan di mana pun di dunia ini, namun kami yakin kalian bisa memikirkan hal ini sendiri.” kata Phil. 

Sebagaimana diketahui, konspirasi terkait 5G sudah muncul sejak beberapa waktu lalu. Teori ini menyebut kalau 5G berpotensi membunuh burung yang sedang terbang hingga menyebabkan hidung berdarah dan peningkatan risiko bunuh diri. 

Namun, harus dipahami kalau sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang menyatakan kalau 5G berbahaya bagi burung, menyebabkan hidung berdarah atau meningkatkan risiko bunuh diri. Bahkan karena teori ini, tower 5G dibakar karena teori ini mengaitkan adanya corona dengan dampak negatif 5G. 
 

Tag
Share
back to top