sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id qnap
Kamis, 09 Apr 2020 22:49 WIB

Satelit Nusantara Dua gagal capai orbit

Menurut keterangan PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera, terjadi anomali ketika satelit Nusantara Dua memasuki tahap pelepasan roket.

Satelit Nusantara Dua gagal capai orbit
(Foto: SpaceTechAsia)

Satelit Nusantara Dua meluncur dari Xichang Satellite Launch Center (XLSC) di Xichang, Tiongkok. Sayangnya satelit tersebut gagal mencapai orbit.

Menurut keterangan PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera, terjadi anomali ketika satelit Nusantara Dua memasuki tahap pelepasan roket. "Setelah proses lift off berjalan dengan baik, terjadi anomali ketika memasuki tahap pelepasan roket tingkat tiga, sehingga satelit tidak bisa mencapai orbit yang ditetapkan," demikian keterangan perusahaan tersebut.

Insiden ini juga terlihat dalam posting-an akun @LaunchStuff di Twitter. Akun ini mengunggah momen ketika satelit Nusantara Dua diluncurkan dari fasilitas peluncuran di Tiongkok.

Mulanya peluncuran tampak sukses dengan meluncurkan satelit Nusantara Dua di Langit Xichang. Namun beberapa saat kemudian terlihat percikan api yang berjatuhan dari roket peluncur.

Terkait insiden ini, Presiden Direktur PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera (PSNS) Johanes Indri Trijatmodjo mengatakan, “Nusantara Dua telah dilindungi oleh asuransi yang sepenuhnya memberikan perlindungan atas risiko peluncuran dan operasional satelit.”

Untuk diketahui, satelit Nusantara Dua merupakan satelit yang akan digunakan oleh PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) bekerja sama dengan Indosat Ooredoo dan PT Pintar Nusantara Sejahtera (PNS), untuk mengakomodir internet broadband dan layanan penyiaran.

Sebelumnya PSN, Indosat Ooredoo dan PNS mendirikan perusahaan patungan bernama PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera (PSNS) pada 2017. Di tahun yang sama pada 17 Mei, perusahaan melakukan kontrak dengan China Great Wall Industry Corporation (CGWIC), anak perusahaan China Aerospace Science and Technology Corporation, untuk membangun satelit Palapa-N1 atau Nusantara Dua.

Satelit ini rencananya akan menggantikan satelit Palapa-D pada slot orbit 113 ° BT, dan akan mulai dioperasikan pada Juni 2020.

Share
back to top