sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id advo
Jumat, 05 Feb 2021 09:45 WIB

Qualcomm umumkan langkanya chipset di pasar

Sama seperti kebanyakan pabrikan chipset, Qualcomm mengalihdayakan manufaktur ke perusahaan pihak ketiga seperti TSMC dan Samsung.

Qualcomm umumkan langkanya chipset di pasar
Source: Gizmochina

Salah satu produsen chipset ponsel terbesar di dunia, Qualcomm, baru saja menginformasikan bahwa mereka gagal memenuhi permintaan untuk komponen chipset pelanggannya. Hal ini dapat diartikan bahwa kekurangan semikonduktor sedang terjadi dimana saja.

Sektor chipset mobil juga tengah mengalami masalah serupa, Qualcomm telah membagikan kabar ini yang menegaskan bahwa persoalan tersebut telah meluas yang pada awalnya hanya terbatas di chipset untuk mobil, dan dapat memperburuk situasi, sebagaimana diberitakan oleh Bloomberg.

Sama seperti kebanyakan pabrikan chipset, Qualcomm mengalihdayakan manufaktur ke perusahaan pihak ketiga seperti TSMC dan Samsung. Dengan meningkatnya permintaan chip yang tinggi seperti saat ini, fasilitas produsen tidak dapat memenuhi permintaan tersebut.

Dilansir dari Gizmochina (5/2), saat ini tampaknya cukup sulit bagi Qualcomm untuk segera menyelesaikan masalah permintaan. Namun, ada laporan bahwa situasi itu diperkirakan akan normal kembali pada semester kedua tahun ini.

Steve Mollenkopf, yang saat ini menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) di Qualcomm, mengatakan bahwa performa perusahaan terkendala pasokan. Dia akan digantikan oleh Cristiano Amon pada bulan Juni.

Di sisi lain, Qualcomm baru-baru ini mengungkapkan data keuangan mereka. Pada kuartal fiskal pertama, Qualcomm melaporkan pendapatan sebanyak USD8,24 miliar (Rp116 triliun), naik 62% jika dibandingkan dengan tahun lalu. Pendapatan bersih adalah USD2,12 (Rp30 ribu) per saham. Tidak termasuk item tertentu, keuntungannya adalah USD2.17 (Rp30,5 ribu) per saham, dibandingkan dengan perkiraan rata-rata Wall Street sebesar USD2,09 (Rp29 ribu).

Share
×
tekid
back to top