sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id praxis
Senin, 10 Jun 2019 12:29 WIB

Qualcomm, Intel, Samsung investasi ke chip open source

Qualcomm, Intel dan Samsung dikabarkan sudah berinvestasi pada perusahaan chip berbasis RISC-V. Model ini menawarkan kecepatan pembuatan ketimbang chip buatan ARM.

Qualcomm, Intel, Samsung investasi ke chip open source
Source: SiFive

Perangkat gadget pada dasarnya menggunakan chip prosesor di dalamnya. Nah, para vendor umumnya menggunakan prosesor Intel x86 atau prosesor rancangan ARM. Qualcomm Snapdragon, HiSilicon Kirin dan bahkan Apple menggunakan lisensi dari manufaktur tersebut.

Namun baru-baru ini, Qualcomm dilaporkan sudah berinvestasi pada perusahaan desain chip bernama SiFive. Tak hanya Qualcomm, dua raksasa lain seperti Intel dan Samsung juga melakukan hal serupa. Total investasi yang berhasil dikumpulkan SiFive saat ini berjumlah USD65,4 juta.

Dilansir dari AndroidAuthority (10/6), SiFive merupakan instruction set architecture (ISA) RISC-V yang bersifat open-source. Perusahaan ini juga bekerja sama dengan beberapa perusahaan teknologi lain untuk membangun chip berdasarkan instruksi tersebut.

Menariknya, waktu yang dibutuhkan untuk membangun chip tersebut jauh lebih singkat ketimbang arsitektur lainnya. Kabarnya, SiFive dapat membangun chip prosesor hanya dalam waktu tiga bulan saja. Sementara SiFive juga menjanjikan kalau pelanggan dapat menerima chip sampel hanya dalam waktu tiga minggu saja.

Sebagai pembanding, AndroidAuthority melaporkan bahwa perusahaan chip besar, seperti ARM butuh waktu paling tidak satu tahun sampai chipnya siap digunakan. Cepatnya pembuatan chip yang dilakukan SiFive menjadi keunggulan tersendiri bagi perusahaan itu. Chip RISC-V umumnya digunakan di perangkat IoT, kontroler mikro, dan teknologi jaringan.

Namun perlu diperhatikan, RISC-V untuk saat ini belum dapat bersaing dengan ARM di ranah prosesor smartphone. Pasalnya hingga saat ini, RISC-V cenderung dipakai untuk platform dekstop, termasuk versi mobile seperti smartwatch, bukan smartphone maupun tablet. 

Share
back to top