sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id praxis
Rabu, 12 Agst 2020 11:35 WIB

Prancis ikut investigasi TIkTok

Cakupan peninjauan kebijakan privasi TikTok mulai meluas. Kali ini Prancis dilaporkan sedang menginvestigasi TikTok di negaranya.

Prancis ikut investigasi TIkTok

Seolah jatuh tertimpa tangga, mungkin demikian yang dialami TikTok. Saat pihaknya sedang bersiap melawan balik Trump atas tuduhan yang belum dapat dibuktikan, Prancis kabarnya sedang melakukan investigasi pada aplikasi ini. Hal ini menyusul komplain yang masuk terkait dengan aplikasi TikTok. 

Dengan adanya Prancis, hal ini menunjukkan bahwa cakupan peninjauan kebijakan privasi TikTok semakin meluas. Seorang juru bicara dari National Commission on Informatics and Liberty (CNIL), lembaga yang memastikan hukum perlindungan data, mengungkapkan pihaknya mulai melakukan investigasi pada TikTok sejak menerima komplain pada Mei lalu. Sayangnya ia tidak menyebut apa komplain yang diterima atau siapa yang melakukannya. 

Lebih lanjut, juru bicara tersebut juga menyatakan pihaknya sangat waspada pada perusahaan tersebut dan akan menyikapi semua komplain dan masalah yang terkait dengan TikTok secara serius. Dilansir dari Gizchina (12/8), sampai saat ini TIkTok masih belum memberikan tanggapan. 

Untuk diketahui, sejak Juni lalu, lembaga perlindungan data di Uni Eropa berjanji akan melakukan koordinasi untuk menginvestigasi pada TikTok. Sebelum itu, Komisi Perlindungan Data Belanda juga menyatakan hal yang sama pada Mei lalu. Hal itu dilakukan untuk melindungi data anak-anak. Inggris pun demikian. Regulator di Inggris juga melakukan investigasi yang sama. 

Sebenarnya bukan hanya TikTok yang mengalami kesulitan di Eropa. Beberapa aplikasi lain pun juga mengalaminya, misalnya WhatsApp. Pada 2017 lalu, CNIL memerintahkan WhatsApp untuk tidak membagikan data pengguna ke perusahaan induknya, kecuali mendapatkan persetujuan dari pengguna. CNIL juga pernah menjatuhkan denda pada Google sebesar EUR50 juta karena dituduh melanggar kebijakan privasi di Uni Eropa. 

Share
×
img
×
tekid
back to top