Perusahaan di Indonesia sudah mantap gunakan layanan cloud

Adopsi layanan cloud, khususnya di Indonesia sudah semakin meningkat. Penelitian Kaspersky menyebut bahwa ada 31,3 persen perusahaan dan UKM di Indonesia yang menyimpan data penggunanya di platform cloud.

Perusahaan di Indonesia sudah mantap gunakan layanan cloud Source: Google

Penggunaan layanan cloud di Indonesia dilaporkan tetap berada pada pada kondisi yang cukup baik. Hal tersebut terjadi lantaran semakin banyaknya UMKM dan perusahaan di Indonesia yang ingin memulai menggunakan teknologi tersebut. Hal tersebut tertuang dalam laporan keamanan TI B2B yang digagas Kaspersky. 

Riset ini melibatkan 24 negara dan 134 perusahaan yang tersebar di berbagai negara. Secara khusus, penelitian Kaspersky ini menunjukkan bahwa ada 19,4 persen perusahaan di Indonesia yang sudah mulai menggunakan layanan cloud publik. Sementara itu, sebanyak 32,1 persen perusahaan yang menyatakan akan menggunakan layanan cloud dalam waktu satu tahun yang akan datang. 


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Cloudera Luncurkan Data Cloud Enterprise dengan kemampuan analitik mandiri

Arsitektur hingga sistem keamanan, tambah deretan solusi Alibaba Cloud

Software AG kerja sama dengan Microsoft hadirkan Cloud Migration Accelerator


Selanjutnya, penelitian itu juga menunjukkan bahwa ada 31,3 persen perusahaan dan UKM di Indonesia yang menyimpan data-data penggunanya ke layanan cloud. Yeo Siang Tiong, General Manager for South East Asia di Kaspersky mengatakan bahwa informasi itu mencakup, nama, nomor identitas serta alamat pengguna. 

Kendati begitu ada beberapa permasalahan yang harus dihadapi platform cloud. Misalnya, pelanggaran informasi berupa identitas pelanggan, rincian pembayaran bahkan kredensial otentikasi pengguna. Para target dilaporkan mengalami kerugian operasional, finansial, pencemaran reputasi dan hilangnya loyalitas pelanggan. 

Penelitian itu juga menunjukkan bahwa 19 persen insiden yang terjadi di Indonesia disebabkan oleh phising, sedangkan 20,7 persen lainnya disebabkan oleh rekayasa sosial. Kemudian ada 6,9 persen kasus yang disebabkan oleh penyedia cloud pihak ketiga. Kendati angkanya kecil, namun Yeon Siang Tiong memperingatkan bahwa hal ini bisa terus bertambah seiring meningkatnya adopsi penggunaan cloud. 

Di samping adanya ancaman tersebut, nyatanya sejumlah perusahaan di Indonesia merasa perlu menggunakan layanan cloud dalam produk mereka. Setidaknya ada 20,7 persen perusahaan yang merasa harus menggunakan cloud dalam layanan mereka. Tak hanya itu, ada 47,6 persen perusahaan yang memiliki inisiatif untuk mengambil tindakan preventif terkait serangan terhadap data mereka di dalam layanan cloud. 

Sejauh ini, para pengguna layanan cloud sebenarnya sudah sadar akan adanya ancaman keamanan data di balik layanan ini. Penelitian Kaspersky menunjukkan bahwa 49,2 persen atau sekitar 5 dari 10 perusahaan menyatakan memiliki kekhawatiran adanya insiden yang dapat mempengaruhi infrastruktur mereka. Sayangnya, masih ada 12,2 persen perusahaan yang masih belum yakin tentang cara melindungi kebocoran data dari layanan cloud yang mereka gunakan. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: