Perusahaan AS mulai pasok komponen ke Huawei

Produsen chip ternama Micron sudah mulai mengirimkan barang ke Huawei. Micron bisa melakukan hal ini tanpa melanggar hukum apa pun.

Perusahaan AS mulai pasok komponen ke Huawei (Foto: Mobilesyrup)

Huawei hingga saat ini masih dalam bayang-bayang larangan pemerintah Amerika Serikat (AS) yang membuatnya kesulitan berbisnis dengan perusahaan AS. Namun kabar baru menunjukkan beberapa perusahaan AS justru melanjutkan pengiriman produk ke Huawei. 

Dilansir Gizmochina (27/6), produsen chip ternama Micron sudah mulai mengirimkan barang ke Huawei. Micron bisa melakukan hal ini tanpa melanggar hukum apa pun karena larangan yang dikenakan sanksi hanya barang yang mengandung 25% atau lebih komponen atau bahan yang bersumber dari AS. Aturan itu juga tak mempengaruhi barang yang tak diproduksi di AS atau barang yang tidak berlabel "Buatan AS".


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Sebelum rilis, Huawei Mate X dapat beberapa perubahan 

HarmonyOS diprediksi kalahkan OS buatan Apple di 2020

Huawei Watch GT2 dirilis, daya tahan sampai 2 pekan


Tak hanya Micron, Intel dan beberapa pemimpin pasar chip lainnya juga dilaporkan telah melanjutkan pengiriman produk ke Huawei. Sanjay Mehrotra, eksekutif Micron memperingatkan investor bahwa ada ketidakpastian yang berkelanjutan berkaitan dengan kesulitan Huawei, sehingga Micron tidak bisa memprediksi volume atau durasi mereka dalam melanjutkan pengiriman produk ke Huawei.

Dia menambahkan larangan terhadap Huawei bisa memangkas pendapatan perusahaan hingga USD200 juta untuk kuartal ketiga fiskal yang berakhir 30 Mei. Pasalnya Huawei merupakan klien terbesar Micron. Larangan itu pun diprediksi akan mempengaruhi lebih dari 1.000 perusahaan AS.

Atas keputusan itu, saham Micron meningkat 13,8% pada 26 Juni karena melanjutkan pengiriman komponennya ke Huawei. Untuk diketahui, Micron sebelumnya merupakan pemilik merek memori Lexar sebelum diakuisisi oleh Longsys. Awal tahun ini, Micron menggebrak pasar dengan mengumumkan kartu MicroSD 1TB pertama di dunia.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: