sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id synologi
Sabtu, 16 Mei 2020 14:26 WIB

Perkenalkan DGX A100, sistem AI canggih baru dari Nvidia

Nvidia DGX A100 memiliki performa setara dengan satu data center saat pertama kali digunakan dalam satu platform.

Perkenalkan DGX A100, sistem AI canggih baru dari Nvidia
Source: Nvidia

Nvidia baru saja mengungkapkan sistem AI generasi ketiga dengan meluncurkan Nvidia DGX A100. Sistem AI ini diklaim sebagai sistem kecerdasan buatan paling canggih di dunia. CEO Nvidia, Jensen Huang mengungkapkan DGX A100 akan dapat membantu pengembangan AI. 

Untuk diketahui, DGX A100 mampu memberikan performa AI sebesar lima petaflops. Hasilnya setara dengan tenaga dan kemampuan seluruh data center dalam satu platform untuk pertama kalinya. Sistem ini sudah tersedia dan pengiriman pertama pun sudah dilakukan. 

Departemen Laboratorium Energi Argon adalah pihak pertama yang memesan sistem AI buatan Nvidia ini. Kabarnya, departemen AS tersebut akan menggunakan sistem AI ini untuk semakin memahami dan memerangi Covid-19. 

“Nvidia DGX A100 merupakan instrumen utama untuk memajukan AI. Nvidia DGX merupakan sistem AI pertama yang dibangun untuk alur kerja pembelajaran mesin end-to-end, mulai dari analisa data, pelatihan hingga inferensi. Dengan peningkatan kinerja di DGX, para insinyur pembelajaran mesin dapat tetap maju dengan ukuran pertumbuhan model AI dan datanya,” kata Jensen Huang. 

Pada dasarnya, DGX A100 merupakan sebuah sistem yang mengintegrasikan delapan Tensor Core GPU A100 dengan total memori 320GB. Memori ini dapat digunakan untuk melatih dataset terbesar AI. Sistem ini juga sudah mengadopsi koneksi kecepatan tinggi dari Nvidia mellanox HDR 200Gbps. 

Dilansir dari TechRadar (16/5), ketika menangani pekerjaan yang tidak terlalu berat, DGX A100 dapat dipecah menjadi 56 instansi per sistem dengan menggunakan fitur GPU multi-instance A100. Hal ini memungkinkan pelanggan enterprise untuk mengoptimasi tenaga komputasi dan sumber daya yang dibutuhkan untuk meningkatkan kecepatan pekerjaan yang berbeda-beda, seperti analisis data, training, hingga inferensi dalam sebuah platform yang sepenuhnya terintegrasi. 

Nvidia membanderol sistem AI baru ini seharga USD199 ribu atau sekitar Rp2,9 miliar. Sejumlah penyedia layanan penyimpanan, seperti IBM, Dell, DDN Storage, NetApp, Pure Storage dan Vast kabarnya berencana untuk menyertakan DGX A100 dalam paket penawaran mereka. 

Share
back to top