Peretas bisa cegat dan ubah pesan WhatsApp

Peneliti dari Check Point menyatakan bahwa WhatsApp memiliki kerentanan yang memungkinkan peretas untuk mencegat dan mengubah pesan pengguna.

Peretas bisa cegat dan ubah pesan WhatsApp Source: Google

Salah satu fitur yang ditawarkan WhatsApp dalam layanannya adalah dukungan enkripsi end-to-end. Dengan dukungan ini, pesan yang dikirim dan diterima melalui WhatsApp akan dienkripsi. Secara teori, tidak ada seorang pun yang dapat mengintervensi atau mencegat pesan tersebut sebelum sampai ke penerima, termasuk dari pihak WhatsApp. 

Idealnya seperti itu. Tetapi dalam konferensi Black Hat di Las Vegas, sejumlah peneliti dari Check Point mengungkapkan bahwa aplikasi WhatsApp saat ini memiliki beberapa kekurangan. Hal itu bisa berakibat pada perubahan pesan WhatsApp yang sedang dikirim. Peretas bisa saja mengambil pesan yang dikirim itu dan mengubah isinya. 


BACA JUGA

WhatsApp dukung kunci via sidik jari, ini cara gunakannya

WhatsApp bakal hadirkan fitur mirip Boomerang Instagram

WhatsApp bakal hadirkan aplikasi khusus iPad


Bukan hanya itu, dalam laporan peneliti dari Check Point itu juga menunjukkan kelemahan lain dari WhatsApp. Peretas ternyata dapat mengubah identitas pengirim pesan. Akibatnya, pesan seolah-olah dikirim dari orang lain. Hal ini berpotensi menimbulkan kekacauan. Peretas dengan niat jahat bisa saja memanfaatkan hal itu untuk menyebarkan berita palsu dan membuatnya tampak berasal dari sumber terpercaya. 

Kelemahan lain juga ditemukan oleh para peneliti tersebut. Pesan pribadi yang dikirimkan pengguna kepada salah seorang anggota grup bisa dianggap sebagai pesan publik. Akibatnya, ketika penerima pesan merespon, jawaban itu ternyata dapat dilihat oleh anggota grup lainnya.

Untungnya, Check Point mengklaim telah mengatasi masalah tersebut. Pihaknya mengatakan sedang bekerja sama dengan WhatsApp untuk menangani kelemahan lainnya. 

“Kami memeriksa masalah ini dengan hati-hati tahun lalu. Kalau menyebutkan bahwa ada kerentanan keamanan di WhatsApp, itu salah,” ujar salah satu juru bicara Facebook ketika menanggapi klaim tersebut. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: