Sony salip Nikon dalam hal penjualan kamera

Salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan Nikon, baik menurut analis dan laporan keuangan Nikon sendiri, adalah memasuki pasar mirrorless full-frame yang terlambat.

Sony salip Nikon dalam hal penjualan kamera Source: Pexels

Ada perubahan peringkat pemain dalam pasar kamera, Sony dilaporkan telah menjadi merek nomor 2 dalam penjualan kamera digital secara keseluruhan setelah Canon. Dengan demikian, Nikon turun ke peringkat ke-3.

Proyeksi penjual Nikon telah diambil alih oleh Sony dalam penjualan kamera digital pada tahun fiskal 2019, ketika Nikon bersiap untuk melaporkan kerugian pertamanya dalam bisnis kamera mereka, sebagaimana dilaporkan oleh Nikkei.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Kualitas kamera Oppo Reno 10x Zoom masuk 10 besar di DXOMark

Kamera digital Kodak bisa buat main gim Doom

Perusahaan Tiongkok ingin bentuk standar pengenalan wajah


Pada tahun 2018, Sony telah mengumumkan bahwa mereka bertujuan untuk menjadi merek kamera teratas di dunia pada tahun 2021. Dilansir dari PetaPixel (30/11), ini merupakan langkah besar menuju tekat tersebut. Sejak awal tahun ini mereka menjadi merek nomor 2 dalam pendapatan kemera lensa lepas-tukar (interchangeable-lens), dan tampaknya kinerja stabil Sony terus berlanjut sejak saat itu.

BCN Ranking melaporkan bahwa penjualan kamera mirrorless Sony terus meningkat sementara Canon dan Nikon mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Kini Sony juga duduk di nomor satu dalam kancah kamera full-frame, setelah menyalip Canon yang menjadi pemimpin selama beberapa tahun terakhir.

Nikon memamerkan sekilas informasi ini dalam laporan keuangan terbarunya, merevisi estimasi pendapatan penjualan kamera dan menyatakan mengalami kerugian. Salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan Nikon, baik menurut analis dan laporan keuangan Nikon sendiri, adalah memasukki pasar mirrorless full-frame yang terlambat. Dengan meluncurnya Z6 dan Z7 meluncur pada Agustus 2018, Sony sudah memiliki kumpulan kamera serupa beserta lensanya yang menarik para fotografer.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: