Pengguna Twitter bisa filter pesan ofensif

Twitter hadirkan fitur baru yang bisa menyaring pesan yang masuk ke Direct Messages penggunanya. Nantinya akan ada pilihan untuk melihat atau bahkan menghapus pesan tersebut.

Pengguna Twitter bisa filter pesan ofensif Source: Google

Twitter tampaknya ingin membawa fitur penyaringan pesan selangkah lebih maju. Hal ini dilakukan dengan menguji filter pesan yang berisi konten yang ofensif. Nantinya pesan yang mengandung kata-kata yang berpotensi mencurigakan akan disimpan di folder terpisah.

Dilansir dari Engadget (16/8), folder terpisah itu akan bernama “additional messages”. Pengguna nantinya bisa memilih untuk melihatnya secara khusus. Sebagaimana diketahui, penyalahgunaan dan pelecehan di Twitter bisa terjadi dalam bentuk pesan langsung yang dikirim dari orang asing.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Twitter gunakan data pribadi pengguna untuk iklan bertarget

Twitter hentikan fitur melalui SMS untuk sementara waktu

Metode sederhana di balik peretasan akun Twitter Jack Dorsey


Engadget memaparkan bahwa wanita dan pengguna dengan kulit berwarna kebanyakan menjadi sasaran dari pelecehan tersebut. Untuk itulah Twitter menghadirkan fitur untuk menyaring pesan yang masuk ke Direct Messages pengguna. 

Untuk diketahui, jika akun pengguna diatur untuk menerima pesan langsung dari siapa saja, Twitter akan mengajukan pesan dari orang yang tidak diikuti pengguna tersebut ke dalam folder khusus yang bernama “message request” atau permintaan pesan dalam Bahasa Indonesia.

Kemudian Twitter juga memberikan filter yang menentukan “kualitas” sebuah pesan. Isi pesan “berkualitas rendah” tidak akan bisa dilihat oleh penerima pesan tersebut, kecuali diatur sebelumnya dari filter tersebut. 

Nantinya, Twitter akan melabeli pesan mencurigakan itu dengan kalimat, “Pesan ini disembunyikan karena mungkin mengandung konten yang ofensif.” Pengguna kemudian diberi pilihan untuk melihat atau menghapus pesan tersebut. Dengan ini, Twitter diharapkan menjadi platform yang lebih aman dan menyenangkan. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: