Penelitian ungkap 200 aplikasi mengandung adware di Play Store

Check Point Research mengungkapkan terdapat 206 aplikasi di Google Play Store yang mengandung adware bernama SimBad.

Penelitian ungkap 200 aplikasi mengandung adware di Play Store Source: AndroidPIT

Baru-baru ini, terdapat laporan dari Check Point Research terkait jenis adware baru bernama SimBad yang ditemukan pada 206 aplikasi di Google Play Store. Dilansir dari Phone Arena (13/3), Semua aplikasi tersebut diklaim telah diinstal lebih dari 150 juta kali dan dikabarkan Google kini telah menghapus judul-judul tersebut dari Play Store.

Ini adalah gambaran bagaimana aplikasi yang menyerang smartphone dengan Adware SimBad.


BACA JUGA

Qlue dan Kemenkominfo bakal gelar Smart Citizen Day

Netflix klaim penggunanya menghabiskan waktu dua jam perhari

Analis : penjualan iPhone XR di China mulai membaik


Source: Phone Arena 

Kabarnya bagi pengguna yang telah menginstal aplikasi tersebut, maka aplikasi tersebut akan membanjiri smartphone pengguna dengan iklan. Bahkan diklaim iklan tersebut akan tetap tampil meski aplikasi tidak sedang dibuka.

Aplikasi yang telah terinfeksi tersebut kabarnya juga dapat memaksa browser pengguna, untuk mengunjungi situs web yang telah dipilih oleh penyerang. Untuk mempersulit pengguna menghapus instalan aplikasi tersebut, bahkan ikon aplikasi tersebut akan hilang dari launcher.

Adware bernama SimBad ini diklaim telah ditemukan pada sebagian besar aplikasi gim simulator. Meski dianggap adware, namun Check Point menyebutkan bahwa infrastruktur tersebut bisa berkembang menjadi ancaman yang jauh lebih besar dari sekarang. Check Point juga menyebutkan bahwa aplikasi yang paling menginfeksi berjudul Snow Heavy Excavator Simulator, yang memiliki 10 juta unduhan.

Sementara judul lainnya masing-masing memiliki 5 juta unduhan, termasuk judul Fire Truck Emergency Driver, Ambulance Rescue Driving, dan Car Parking Challenge. Meskipun Google telah menghapus aplikasi tersebut dari Play Store, namun jika Anda telah menginstal aplikasi terinfeksi tersebut maka akan menyebabkan kerusakan pada smartphone.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: