Peneliti Facebook andalkan angka di mesin terjemahan otomatis

Peneliti Facebook mengatakan mengubah kata menjadi angka dan mengeksploitasi persamaan antara matematika dengan bahasa adalah jalan yang menjanjikan.

Peneliti Facebook andalkan angka di mesin terjemahan otomatis (Foto: AFP)

Desainer mesin terjemahan sebagian besar masih mengandalkan kamus untuk menerjemahkan bahasa asing. Kini muncul cara baru untuk kasus tersebut, caranya dengan mengandalkan angka. 

Peneliti Facebook mengatakan mengubah kata menjadi angka dan mengeksploitasi persamaan antara matematika dengan bahasa adalah jalan yang menjanjikan. Terjemahan otomatis adalah prioritas utama bagi internet. Hal ini tak hanya membantu setiap pengguna di seluruh dunia untuk berkomunikasi, namun juga berbisnis dengan baik.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Mark Zuckerberg masih tak mau larang iklan politik di platformnya

Karyawan Facebook lontarkan surat protes terkait iklan politik

Facebook hadirkan fitur berita demi tangkal hoaks


Dilansir Japan Today (14/11), Facebook, Google, Microsoft serta Yandex Rusia terus mencari alat untuk meningkatkan layanan terjemahan mereka. Facebook sendiri memiliki pakar intelijen buatan yang bekerja di salah satu laboratorium penelitiannya di Paris. Hingga saat ini, 200 bahasa digunakan di Facebook. 

Terjemahan otomatis saat ini didasarkan pada database teks yang besar untuk dua bahasa. Namun hal ini tak cukup efektif untuk beberapa jenis bahasa. Ini sebabnya para peneliti mencari metode lain, seperti sistem yang dikembangkan oleh Facebook guna menciptakan representasi matematis untuk kata-kata. 

Setiap kata akan menjadi vektor dalam beberapa ratus dimensi. Kata-kata yang memiliki kedekatan dalam bahasa lisan juga ditemukan dekat satu sama lain dalam vektor tersebut. "Misalnya jika Anda menggunakan kata kucing dan anjing, secara semantik kata-kata itu menggambarkan hal yang serupa, sehingga mereka akan sangat dekat satu sama lain secara fisik di ruang vektor," kata Guillaume Lample, salah satu desainer sistem.

"Jika Anda mengambil kata-kata seperti Madrid, London, Paris, yang merupakan ibu kota Eropa, itu ide yang sama."

Peta bahasa ini kemudian bisa dihubungkan satu sama lain menggunakan algoritma di tahap awal. Namun pada akhirnya akan disempurnakan hingga seluruh frasa bisa dicocokkan tanpa terlalu banyak kekeliruan. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: