Pangsa pasar global Apple terus menurun

Saat ini, menurut laporan IDC, Samsung ada di posisi pertama dan Huawei di posisi kedua. Sedangkan Apple ada di posisi ketiga.

Pangsa pasar global Apple terus menurun iPhone XS, XS Max, dan XR (tek.id)

Tiga vendor smartphone terbesar di dunia beberapa waktu lalu telah mengumumkan pendapatan mereka di kuartal pertama 2019. Baik Samsung, Apple, dan Huawei pun melaporkan bahwa mereka berhasil mendapatkan laba yang cukup besar.

Yang pertama adalah Samsung. Mereka berhasil mendapatkan pendapatan kotor sebesar USD44,7 miliar atau sekira Rp637,7 triliun dengan laba sebesar USD5,3 miliar atau Rp75,6 triliun.


BACA JUGA

Jangan sedih pengguna iTunes, Apple Music bakal menolong Anda

Penjualan AirPod generasi kedua lemah di Q1 2019

Apple tertarik beli bisnis modem 5G Intel


Huawei yang saat ini terus menunjukkan kedigdayaannya mengabarkan berhasil meraup pendapatan USD26,8 miliar atau sekira Rp382,3 triliun dengan keuntungan bersih sekira USD2,1 miliar atau sekira Rp29,9 triliun. 

Sedangkan Apple, berhasil menyentuh USD58 miliar atau Rp827,4 triliun dan pendapatan bersih sebesar USD11,6 miliar atau Rp165,4 triliun. Jumlah ini melebihi apa yang bisa didapatkan baik Samsung dan Huawei jika digabungkan.

Meskipun pendapatan Apple jauh lebih besar, namun ada sedikit kekhawatiran bagi masa depan mereka. Hal ini dikarenakan kunci bisnis Apple adalah pangsa pasar. Ini penting karena semakin besar dan kuatnya pangsa pasar yang mereka ciptakan, semakin loyal pelanggannya, dan semakin banyak yang dapat dijual kepada mereka dalam hal layanan dan aksesori yang membantu mendorong keuntungan dan mengunci pengguna lebih dalam ke ekosistem.

Sedangkan menurut laporan IDC selama satu tahun terakhir, pangsa pasar perusahaan asal Cupertino tersebut terus menurun. Alih-alih mengejar ketertinggalan mereka dari Samsung, mereka malah kalah dengan Huawei, seperti lapor ZDnet (7/5/2019).

Saat ini, Apple berada di posisi ketiga jika berbicara mengenai pangsa pasar global. Sedangkan Samsung ada di posisi pertama dan Huawei di posisi kedua. 

Hal lain yang perlu diingat adalah bahwa efek Huawei yang menghantam Apple pada pasar yang krusial, yakni China. Apple telah mengincar China selama bertahun-tahun, melihat pasar tersebut sebagai tempat yang sempurna untuk menyebabkan ledakan pasar.

Tetapi efek ini belum terwujud. Meningkatnya tekanan dari perusahan lokal seperti Huawei, mimpi Apple semakin sulit untuk terwujud. Bahkan, dalam jangka panjang, hal ini menjadi masalah yang jauh lebih besar, terutama karena penjualan iPhone terus menurun.

Jika Huawei mampu meraih 50 persen pangsa pasar smartphone di China dalam waktu dekat ini, hal tersebut semakin memperbesar kemungkinan untuk merebut posisi teratas pangsa pasar global dari Samsung pada tahun 2020.

Meski begitu, meramal masa depan merupakan sebuah hal yang kurang baik untuk diperbincangkan. Hal ini dikarenakan Apple bisa saja mengubah jalur bisnis mereka sehingga dapat menarik traksi pangsa pasar yang lebih besar dan mengembalikan kejayaannya.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: