sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id asus
Jumat, 06 Agst 2021 15:10 WIB

Opensignal: Kecepatan unduh Indonesia naik saat new normal

Pada minggu pertama PSBB di Indonesia, rata-rata kecepatan unduh mengalami penurunan. Namun setelah itu kecepatan unduh terus mengalami peningkatan.

Opensignal: Kecepatan unduh Indonesia naik saat new normal
Image by jeferrb from Pixabay

Salah satu perusahaan analitik global, OpenSignal, baru saja merilis artikel analisis terbaru dengan judul “Pemaparan Pemulihan Kecepatan Unduhan Seluler Bervariasi di Pasar di Seluruh Dunia”. Melalui analisis artikel tersebut, OpenSignal menjelaskan mengenai fase kebiasaan baru di dalam pengalaman mobile.

Demi mencegah menyebarnya Covid-19, beberapa negara menerapkan kebijakan lockdown. Dengan kebijakan tersebut, meningkatkan ketergantungan masyarakat terhadap koneksi internet untuk keperluan bekerja, belajar, dan berkomunikasi.

OpenSignal melihat adanya fluktuasi dalam kecepatan unduh di berbagai negara dan para pengguna yang sering berada di rumah telah menghabiskan banyak waktunya tersambung pada koneksi Wi-Fi. Pada analisa kali ini, perusahaan tersebut menjelaskan beberapa poin menarik tentang pengalaman seluler di Indonesia saat kebiasaan baru (new normal). Berikut beberapa poin yang dimaksud:

  1. Terdapat peningkatan rata-rata kecepatan mengunduh sebesar 19,2% setiap minggunya (Perbandingan bulan Januari-Juni 2021 dan pra-pandemi Januari-Maret 2020),
  2. Pada minggu pertama PSBB di Indonesia, rata-rata kecepatan unduh mengalami penurunan. Namun setelah itu kecepatan unduh terus mengalami peningkatan,
  3. Meningkatnya pemakaian data seluler di Indonesia disinyalir sebagai cara untuk menguji ketahanan jaringan seluler,
  4. Saat Q1-2019 pengguna di Indonesia mengonsumsi rata-rata 8,5GB data seluler per-bulan. Kemudian pemakaian data seluler meningkat hampir sebesar 40% menjadi 11,8GB/bulan pada Q1-2020 dan 14,4GB/bulan Q1-2021,
  5. Indonesia telah melakukan beberapa proyek dan kebijakan untuk meningkatkan infrastruktur selulernya. Seperti memperbaharui jaringan Palapa Ring untuk menambah kapasitas dan ketahanan. Pemerintah berkomitmen untuk melakukan "Digital Transformasi Nasional," dengan memperluas jaringan 4G secara nasional pada akhir 2022. Lalu Kemenkominfo telah memperbaharui pita 2,3 GHz untuk meningkatkan kualitas layanan seluler dan menjadi dasar bagi jaringan 5G.

Selain dari beberapa poin di atas, OpenSignal juga menemukan beberapa tren terjadi saat kebiasaan baru pada pengalaman seluler secara global. Berikut di antaranya:

  • Terjadi peningkatan secara rata-rata pada kecepatan unduh di banyak negara, seperti di Filipina, Kamboja, Jerman,
  • Faktor yang mendukung peningkatan tersebut yaitu adanya tambahan spektrum dan infrastruktur baru yang digunakan,
  • Terdapat juga beberapa negara yang rata-rata kecepatan unduhnya tetap stagnan atau bahkan menurun. Seperti Kolombia, Australia yang kecepatan unduhnya masih belum kembali seperti semula. Dan di Jepang kecepatan unduh masih dibawah rata-rata,
  • Faktor yang mendorong stagnan dan menurunnya kecepatan unduh yaitu inefisiensi infrastruktur seluler yang tidak dapat mengatasi peningkatan konsumsi data, kurangnya spektrum untuk layanan seluler, dan rendahnya infrastruktur jaringan seluler,
  • Meskipun pada awal kebijakan lockdown terjadi peningkatan tersambungnya pengguna dengan Wifi. Pada fase kebiasaan baru ini terjadi penurunan.
Share
×
tekid
back to top