Bisakah OpenAI kalahkan gamer profesional main Dota 2?

Ini adalah pertama kalinya AI benar-benar dapat mengangani sendiri gim kompleks yang dirancang dengan antarmuka pengguna manusia.

Bisakah OpenAI kalahkan gamer profesional main Dota 2? Source: Valve Corporation

OpenAI baru saja mengumumkan bahwa mereka telah berhasil mengembangkan sebuah bot baru berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dapat mengalahkan manusia dalam gim Dota 2. Dilansir dari Appuals (29/6), meski banyak tantangan yang diberikan pada neural networks sehingga dapat mengalahkan manusia pada berbagai gim strategi abstrak seperti Weiqi, ini adalah pertama kalinya AI benar-benar dapat mengangani sendiri gim kompleks yang dirancang dengan antarmuka pengguna untuk manusia.

Perwakilan dari labolatorium berharap dapat memasukkan bot dalam serangkaian pertandingan di acara kejuaraan pada bulan Agustus untuk bertanding melawan pemain profesional. Para pemain harus membuat sejumlah besar keputusan pada saat tertentu. Gim Weiqi sesungguhnya dapat berakhir hanya dalam 150 gerakan. OpenAI harus merancang bot yang mampu membuat lebih dari 20.000 gerakan selama satu pertandingan Dota 2 sekitar 45 menit.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Pelanggan bisa pesan kopi Starbucks lewat perintah suara

RiskCardio bisa menebak lama hidup penderita sakit jantung

McDonald’s akan layani pelanggan lewat teknologi AI


Tahun lalu, para insinyur memamerkan salah satu bot mampu melawan seorang profesional versi singkat dari gim tersebut. Namun, mereka mengakui tidak yakin dapat meningkatkan AI untuk bermain hingga pertandingan lima lawan lima.

Para peneliti menginformasikan mereka mengetahui bahwa AI dapat mengeksplorasi dan belajar jika diberi cukup waktu untuk melakukannya, dan mereka mengonfigurasi lingkungan bermain sendiri (self-play) bagi para bot untuk mempelajari hasilnya. Dua pemain AI dalam sistem tersebut akan saling berhadapan dan belajar dari kegagalan satu sama lain. Akhirnya, mereka mampu belajar setara dengan 180 tahun latihan setiap hari.

Keberhasilan tersebut dicapai dengan menggunakan kumpulan 256 GPU berbeda yang menampilkan 128.000 core. Ya, konfigurasi tersebut sangat kuat. Pasalnya, kemungkinan OpenAI tidak dapat melakukannya dengan sistem yang kurang berperforma.

Beberapa gamer mengatakan ini bukanlah contoh yang benar-benar cerdas karena kecerdasan yang sesungguhnya hadir karena muncul sendiri dan dapat belajar tanpa pelatihan. Latihan hanya mempertajam keterampilan seorang pemain manusia.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: