OpenAI berhasil tundukkan tim Dota 2 profesional

Para peneliti menyimpulkan, saat ini AI masih lebih unggul dalam mengambil keputusan jangka pendek, sedangkan manusia lebih unggul dalam mengambil keputusan jangka panjang.

OpenAI berhasil tundukkan tim Dota 2 profesional Ilustrasi esport (Pixabay)

AI pada saat ini bisa dibilang sedang dalam masa keemasannya. Para peneliti dapat mengajari AI untuk melakukan berbagai macam hal. Mulai dari pekerjaan harian hingga pekerjaan spesifik.

Ada juga AI yang memang secara khusus diajari untuk mahir dalam bermain gim. Salah satunya adalah OpenAI Five, sebuah AI yang diajarkan secara khusus untuk bermain salah satu gim populer, yakni Dota 2.


BACA JUGA

Facebook bakal hadirkan asisten pintar sendiri

Saking pintarnya, AI bisa bikin olahraga baru

Pemegang saham tolak penjualan Rekognition Amazon


Untuk mengetes kemampuan AI ini, salah satu tim esport Dota 2 veteran, yakni OG ditantang oleh para peneliti. Sekadar informasi, OG berhasil memenangkan kompetisi 2018 International Valve. Mereka pun ditantang untuk bermain tiga ronde.

OpenAI Five pun menggunakan metode agresif yang tidak konvensional. Bahkan, sistem deep learning yang dimiliki oleh AI ini cenderung untuk memilih Hero dengan memperhitungkan beberapa aspek. Sementara strateginya menyerang.

Engadget (15/4/2019) melaporkan, semenjak babak awal, OG yang terpaksa bertahan pun kewalahan. Mereka pun harus mengakui kekalahan di babak pertama.

Selain dapat mengalahkan pemain profesional, OpenAI Five juga menunjukkan keahlian mereka bermain bersama pemain manusia. AI pun akan mempelajari bagaimana cara seseorang bermain, dan mencontohnya.

Menariknya, untuk bisa merasakan bermain melawan OpenAI Five kamu tidak perlu menjadi pemain Dota 2 profesional. Para pemain biasa dapat menantang AI di gim antara tanggal 18 hingga 22 April.

Meski demikian, hal ini bukan berarti AI saat ini akan menggantikan pemain profesional manusia. Masih banyak celah yang membuat AI ini belum sempurna. Salah satunya adalah OpenAI Five lebih cenderung bermain strategi jangka pendek.

Hal ini dikarenakan pada saat ini, mereka masih terbatas bermain dengan seperangkat aturan yang sempit. AI tersebut dapat menang karena mereka berhasil memenangkan taruhan yang bisa dibilang cukup berisiko.

Sedangkan untuk gamer manusia, memiliki keputusan jangka panjang yang lebih baik. Mereka akan dapat mengalahkan AI tersebut jika perhitungan yang dilakukan oleh AI di awal permainan ada yang melenceng.

Sayangnya, ini merupakan sebuah demonstrasi publik terakhir yang direncanakan dari bot OpenAI. Entah sampai kapan para peneliti menyembunyikan AI ini untuk kembali siap menantang para pemain profesional lagi.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: