Nvidia caplok pembuat chip Mellanox, ingin serius di lini AI

Dengan diakuisisinya Mellanox, Nvidia dapat mengembangkan sayapnya untuk membuat perangkat AI dan cloud computing yang lebih baik.

Nvidia caplok pembuat chip Mellanox, ingin serius di lini AI NVIDIA RTX 2080 Ti (Ubergizmo)

Nvidia baru saja mengumumkan bahwa mereka secara resmi telah mengakuisisi perusahaan pembuat chip bernama Mellanox. Mereka berhasil memenangkan pertarungan dari Intel, yang juga sebelumnya menunjukkan ketertarikan untuk membeli perusahaan yang sama.

Dalam keterangan resmi, perusahaan GPU asal Amerika tersebut melakukan akuisisi dengan mahar sebesar USD6,9 miliar atau Rp98,5 triliun. Tentu saja, harga akuisisi ini bisa dibilang cukup tinggi, bahkan memecahkan rekor dana yang pernah dikeluarkan oleh mereka sebelumnya.


BACA JUGA

Spesifikasi dan harga GPU Nvidia Super bocor

Teknologi Nvidia ada di truk dan bus otonom Volvo

Nvidia kenalkan laptop berbasis RTX Studio untuk konten kreator


Dengan diakuisisinya perusahaan ini, Nvidia memiliki kesempatan bersaing lebih baik di pasar server, yang menyumbang sekitar sepertiga dari penjualannya. Mereka juga akan lebih baik lagi dalam mengembangkan AI dalam GPU mereka.

Hal ini dikarenakan Mellanox terkenal sebagai perusahaan yang memproduksi chip ethernet kecepatan tinggi dan jaringan InfiniBand yang menghubungkan server. Produk tersebut digunakan di pusat data cloud dan penyimpanan, serta untuk superkomputer berperforma tinggi yang digunakan untuk AI dan jenis komputasi data intensif lainnya.

"Munculnya AI dan ilmu data, serta miliaran pengguna komputer secara simultan, memicu permintaan yang meroket di pusat data dunia. Mengatasi permintaan ini akan membutuhkan arsitektur yang menghubungkan sejumlah besar node komputasi cepat melalui jaringan cerdas untuk membentuk mesin komputasi skala pusat dengan data raksasa," kata CEO NVIDIA Jensen Huang, seperti dikutip dari laman Wccftech (12/3/2019).

Sebuah keputusan yang membuat mereka tertarik membeli perusahaan tersebut adalah dikarenakan mereka mengalami penurunan pendapatan 22 persen di kuartal terakhir, karena menjamurnya penambang Bitcoin.

Mereka pun melihat titik terang di bisnis AI dan cloud computing. Mereka pun akan mulai serius mengembangkan produk untuk digunakan di beberapa industri, seperti di kendaraan otonom, robot industri, dan jaringan saraf.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: