Nikon punya lensa lebar baru untuk Mount Z

Nikon mengatakan desain optik baru di lensa ini memanfaatkan diameter besar pada Mount Z untuk meningkatkan performa.

Nikon punya lensa lebar baru untuk Mount Z

Kamera Nikon Z merupakan tipe mirrorless bersensor full-frame. Kamera ini telah diumumkan secara resmi sekitar 5 bulan lalu. Dilansir dari PetaPixel (8/1), perusahaan tersebut belum lama ini mengumumkan Nikkor Z 14-30mm f/4 S, lensa zoom pertama bersudut lebar untuk Nikon Z.

“Lensa Nikkor dari lini S terbaru ini merupakan lensa berkarakter focal length yang populer untuk fotografer lanskap, perjalanan, acara dan arsitektur. Menawarkan kombinasi kinerja dan portabilitas yang hanya mungkin (dilakukan) dengan Mount Z Nikon,” kata wakil Nikon.


BACA JUGA

Nikon siapkan dua kamera mirrorless terjangkau

Mirrorless 6K pertama di dunia dari Panasonic, seharga Rp57 juta

Fujifilm GFX100 punya resolusi 102 MP, dibanderol Rp144 juta


Nikon mengatakan desain optik baru lensa ini memanfaatkan diameter besar pada Mount Z untuk meningkatkan performa optik dan optimalisasi bagi kamera beresolusi tinggi. Meski memiliki focal length terlebar 14mm, elemen depannya hampir datar. Sehingga diklaim lensa zoom ultra-wide pertama yang mencakup 14mm yang memungkinkan filter yang bisa dipasang di bagian depan.

Lensa ini diinformasikan sangat ringan dan portabel. Panjangnya hanya 3,5 inci ketika melakukan zoom penuh, dan bobotnya hanya 485 gram. Jika dibandingkan dengan lensa Nikon 16-35mm f/4G ED VR, lensa 14-30mm baru memiliki bodi lebih pendek 32 persen dan lebih ringan 28,6 persen. Dibandingkan dengan Nikon 14-24mm f/2.8G, lensa baru tersebut lebih pendek 35 persen dan 51,5 persen lebih ringan.

Fitor dan spesifikasi lain dari lensa Nikkor Z 14-30mm f/4 S adalah “kontrol distorsi dan aberasi kromatik tak tertandingi,” Nano Crystal Coat anti-refleksi Nikon yang mereduksi gangguan ghosting dan flare, lapisan fluorine yang mengusir debu atau air, teknologi Stepping Motor (STM) demi performa AF yang mulus, dan performa video yang dioptimasi.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: