Model baru pemeringkatan konten video di Facebook

Facebook hadirkan perubahan terkait peringkat videonya untuk meningkatkan prioritas konten asli dan membantu para kreator mengembangkan konten mereka.

Model baru pemeringkatan konten video di Facebook Source: Unsplash

Facebook baru saja mengumumkan perubahan terkait peringkat videonya. Dilansir dari Engadget (6/5), perubahan ini bertujuan meningkatkan prioritas konten asli. Tentunya ini akan membantu pembuat konten mengembangkan penonton mereka. Perubahan ini juga bisa menjadi upaya terbaik untuk memperkuat reputasi Facebook sebagai platform berbagi video.

Rencananya perubahan ini akan hadir dalam beberapa bulan mendatang. Akan adatiga faktor yang kemungkinan berdampak pada cara memeringkat video di Facebook. Facebook memberikan bobot yang lebih untuk video berdasarkan orisinalitas, tujuan, dan durasi pengguna menontonnya. Orisinalitas ini berguna untuk membantu mengurangi jumlah peniru, karena video yang sering disebar berulang-ulang cenderung telah ditiru.


BACA JUGA

Facebook uji pengaturan notifikasi baru

Facebook dukung beragam komunitas untuk tumbuh di ranah offline

Perkenalkan Calibra, dompet digital dari Facebook


Tujuan penayangan video dianggap sebagai faktor penting untuk peringkat video dalam News Feed pengguna. Facebook menyebutkan bahwa kategori ini akan mendapat perhatian lebih saat menentukan peringkat video di masa mendatang.

Berikutnya kategori durasi. Video yang ditonton pengguna setidaknya satu menit penuh dan membuat pengguna terlibat dengan konten akan memiliki peringkat tinggi. Facebook juga mengatakan bahwa ini akan mempengaruhi distribusi video di seluruh platform.

Facebook juga menyebutkan akan memprioritaskan video yang dicari orang dan penayangan berulang. Ini akan menambah bobot pada video yang membuat orang terlibat selama setidaknya satu menit, terutama ketika video itu berdurasi lebih dari tiga menit.

Facebook juga akan menempatkan batasan yang lebih kuat pada konten yang tidak asli, termasuk konten yang digunakan kembali dengan sedikit tambahan. Hal ini untuk membantu para kreator video beradaptasi dengan perubahan tersebut. Bahkan Facebook juga memberikan rincian kebijakan dalam pedoman Video Best Practices.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: