Mode incognito di Play Store beri peringatan dari potensi serangan

Google bakal hadirkan mode incognito dan peringatan dini terkait aplikasi berbahaya di toko aplikasinya.

Selama beberapa waktu belakangan ini, sejumlah aplikasi berbahaya masih ditemukan di Google Play Store. Namun, raksasa teknologi itu bergerak cepat dengan menghapus aplikasi tersebut dari Play Store. Kendati begitu, Google Play Store masih menjadi rujukan utama para pengguna Android untuk memperkaya ponselnya dengan berbagai aplikasi. 

Berkenaan dengan itu, Google dilaporkan akan meningkatkan fitur keamanan di toko aplikasinya ini. Perusahaan itu kabarnya akan menghadirkan mode incognito di Google Play Store. 


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Google Pixel 4 akan mulai dibanderol USD799 Rp11,3 jutaan

Ini dia Pixelbook Go, laptop Google selanjutnya

Duo Pixel 4 akan segera rilis. Simak spesifikasi dan fiturnya!


Sesuai dengan namanya, mode ini akan memberi kontrol lebih kepada para pengguna Play Store. Google mengklaim tidak akan mengumpulkan data dari pengguna yang menjalankan mode ini. Namun belum diketahui informasi apa yang akan disimpan dan tidak disimpan oleh Google. XDA Developers (10/10) memprediksi kalau fitur ini akan hadir dalam waktu dekat. 

Bukan hanya itu, Google juga akan memberi peringatan kepada pengguna jika sebuah aplikasi berpotensi memasang aplikasi lainnya tanpa sepengetahuan pengguna. 

Sebagaimana diketahui, Google Play Store bukan satu-satunya toko aplikasi untuk platform Android. Di luar sana, ada banyak toko aplikasi yang menawarkan versi .APK untuk diinstall di Android. Biasanya, Google akan memberi predikat "unknown apps" bagi aplikasi yang diunduh dari luar Play Store. 

Di Android 9, Google bahkan menghapus tombol khusus untuk mengunduh "aplikasi yang tidak diketahui" ini. Sebagai gantinya, pengguna harus memberikan izin setiap kali aplikasi dari luar Play Store akan diinstall. 

Dari hasil pembongkaran .APK Google Play Store v17.10.11, XDA Developers mendapati adanya serangkaian strings yang berisi notifikasi terkait hal tersebut. Salah satunya adalah memberitahu pengguna jika sebuah aplikasi dapat menginstall aplikasi lain dan berisiko membahayakan informasi pengguna. 

Langkah ini dimaksudkan untuk menghentikan aplikasi berbahaya masuk di smartphone pengguna. Toh, pengguna dapat mengabaikan notifikasi tersebut jika yakin dengan keamanan aplikasi yang mau mereka install. Langkah ini lebih ditujukan sebagai tindakan preventif dari potensi serangan yang mungkin terjadi.

Belum diketahui, kapan Google akan menghadirkan fitur ini. Namun seperti yang sudah dijelaskan, Google diprediksi akan meluncurkan update baru Play Store dalam waktu dekat. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: