Mineral misterius bisa transfer data 1.000 kali lebih cepat

Mineral yang ditemukan di Rusia ini dapat mengirimkan data pada spektrum Terahertz.

Sebuah mineral langka yang ditemukan di Rusia pada tahun 1830-an memegang kunci untuk meningkatkan kecepatan internet hingga seribu kali dengan patokan kecepatan internet saat ini. Mineral ini bernama Perovskite. Menurut penuturan peneliti, mineral ini diketahui memiliki beberapa karakter yang luar biasa.

Perovskite (CaTiO3) adalah mineral yang mengandung unsur Calcium Titanium Oxide. Salah satu karakter ajaibnya adalah kemampuannya menampung kation dalam jumlah besar. Ini memungkinkan peneliti untuk memodifikasinya sesuai peruntukannya.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Indosat Ooredoo gandeng Facebook edukasi pengguna baru di internet

Diresmikan presiden, Palapa Ring resmi beroperasi

Peretas Rusia serang Chrome dan Firefox untuk lacak lalu lintas internet


Perovskite ditemukan pada mantel Bumi di tambang Arkansas, Ural, Swiss, Swedia dan Jerman. Masing-masing memiliki karakter yang berbeda, salah satunya adalah kemampuan Perovskite adalah menyerap sinar matahari, menghasilkan listrik dan menjadi katalis konverter.

Peneliti terus mengembangkan kemampuan terakhir dari Perovskite sebagai katalis untuk mentransfer data pada kecepatan spektrum Terahertz. Dengan mengubah sistem pengiriman menggunakan cahaya untuk mentransfer data, memungkinkan kecepatan transfer 1.000 kali lebih cepat dari apa yang bisa diberikan saat ini.

Frekuensi Terahertz berada di antara cahaya inframerah dan frekuensi radio, berkisar 100 sampai 10 ribu Gigahertz. Ini berarti sebanding dengan frekuensi 2,4 Gigahertz yang banyak digunakan oleh smartphone di pasaran. Para peneliti hanya membutuhkan lampu halogen untuk mengirimkan gelombang cahaya.

Tim menemukan bahwa mereka dapat menentukan warna cahaya untuk memodulasi data secara bersamaan pada frekuensi yang berbeda. Tidak hanya bisa mentransfer data 1.000 kali lebih cepat menggunakan gelombang Terahertz, mereka dapat mentransfer data bersamaan menggunakan berbagai lampu dengan warna berbeda.

Terobosan teknologi ini membuka pintu untuk menggunakan transfer data pada kecepatan Terahertz untuk kebutuhan komputasi dan komunikasi generasi masa depan. Sayangnya, kita harus menunggu setidaknya 10 tahun lagi sampai teknologi ini benar-benar siap secara digunakan secara komersial.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: