Microsoft bakal non aktifkan Edge setelah 3 tahun beroperasi

Dikarenakan kekurangan popularitas, Microsoft membunuh Microsoft Edge. Sebagai gantinya, mereka mempersiapkan peramban baru yang bekerja sama dengan Chromium.

Microsoft bakal non aktifkan Edge setelah 3 tahun beroperasi Microsoft (TechCrunch)

Meski Microsoft telah memperbarui peramban Edge sebagai ganti dari Internet Explorer, pengguna masih tak ingin beralih ke peramban tersebut. Mereka masih memilih Google Chrome, Mozilla Firefox, atau Opera.

Melihat hal ini, Microsoft pun memutuskan untuk memensiunkan Edge. Ini berarti, Edge sudah harus ‘meninggalkan dunia maya’ di usianya yang ketiga tahun.


BACA JUGA

Microsoft bakal buat gelang pintar untuk pasien Parkinson

Proyek Andromeda, ponsel lipat Microsoft hadir 2019

Microsoft salip nilai pasar Apple


Sebagai gantinya, mereka akan melakukan kolaborasi bersama pengembang peramban lain. Kabarnya, mereka menggunakan mesin HTML Edge yang dikembangkan oleh Chromium. Tentu saja, hal ini menjadi salah satu pilihan yang baik bagi para penggunanya.

TechCrunch (6/12) mengatakan bahwa peramban ini sudah selesai masa pengembangan. Kini mereka sudah merencanakan untuk merilis peramban baru paling cepat di minggu-minggu ini.

Mereka pun juga telah mengganti mesin pencari bawaan. Setelah puluhan tahun bertahan dengan mesin pencari MSN, mereka pun dikabarkan akan menggunakan Google. Sayang, hal ini masih belum dikonfirmasi oleh pihak Google maupun Microsoft.

Selain itu, untuk penamaan dari produk ini juga masih belum ditentukan. Namun yang pasti, untuk sementara ini baik Microsoft atau pihak Chromium menyebut peramban tersebut sebagai "Anaheim".

Terakhir, beberapa pihak masih berharap dengan kolaborasi ini, mereka dapat memberantas permasalahan mengenai kompatibilitas di mesin Windows bertenaga ARM. Selama ini, dukungan peramban di mesin Windows bertenaga ARM masih sangat minim.

Peramban yang didukung Chromium kemungkinan akan memiliki lebih banyak fleksibilitas, seandainya perusahaan pernah memilih untuk benar-benar ingin bersaing dengan Chromebook.

Microsoft juga akan membutuhkan bantuan banyak orang bila mereka ingin mendapatkan kembali pangsa pasar peramban dari Google. Menurut angka terbaru, Chrome mengontrol lebih dari separuh pasar peramban global.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: