sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id realme
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id samsung
Selasa, 25 Jan 2022 17:40 WIB

Meta klaim punya superkomputer AI tercepat di Dunia

Superkomputer AI milik Meta, yakni RSC diklaim menjadi superkomputer AI tercepat yang akan dapat menampung pemrosesan 5 exaflops data.

Meta klaim punya superkomputer AI tercepat di Dunia

Meta saat ini sedang dalam fase pertama untuk membangun superkomputer AI milik mereka sendiri. Dikabarkan, superkomputer ini selesai pada akhir 2022 mendatang. Superkomputer ini disebut sebagai AI Research SuperCluster (RSC). Mereka mengatakan bahwa superkomputer AI ini akan menjadi superkomputer AI tercepat di dunia.

Klaim ini bukan sebuah bualan belaka, karena RSC akan memiliki kinerja mendekati 5 exaflops dari komputasi campuran. Mereka mengatakan bahwa RSC akan membantu para peneliti mengembangkan model AI yang lebih baik, yang dapat belajar dari triliunan contoh. 

Beberapa contoh yang dapat dilakukan menggunakan superkomputer ini antara lain untuk membangun alat augmented reality yang lebih baik. Tak ketinggalan, juga dapat melakukan analisis teks, gambar, dan video secara mulus bersama-sama.

"Kami berharap RSC akan membantu kami membangun sistem AI yang benar-benar baru yang dapat, misalnya, mendukung terjemahan suara waktu nyata ke sekelompok besar orang, masing-masing berbicara dalam bahasa yang berbeda, sehingga mereka dapat berkolaborasi dengan mulus dalam proyek penelitian atau memainkan gim AR bersama-sama," kata manajer program teknis Meta, Kevin Lee dan insinyur perangkat lunak Meta, Shubho Sengupta, dikutip dari laman Engadget (25/1).

RSC saat ini memiliki 760 Nvidia DGX A100 dengan total 6.080 GPU. Dengan menggunakan spesifikasi ini, berdasarkan tolok ukur awal, RSC dapat menjalankan alur kerja computer vision hingga 20 kali lebih cepat dan sembilan kali lebih cepat dari Perpustakaan Komunikasi Kolektif NVIDIA.

Perusahaan yang dahulu bernama Facebook ini juga mengatakan RSC dapat melatih model pemrosesan bahasa alami skala besar tiga kali lebih cepat. Dengan demikian, model AI yang menentukan apakah suatu tindakan, suara, atau gambar berbahaya atau tidak berbahaya (misalnya untuk mengidentifikasi ujaran kebencian) dapat dilatih lebih cepat. 

Di sisi lain, mereka juga sedang berencana menambah jumlah GPU di RSC menjadi 16.000 buah. Ini akan meningkatkan kinerja pelatihan AI lebih dari 2,5 kali lipat. RSC juga diharap dapat melatih model AI pada kumpulan data hingga ukuran exabyte (setara dengan video berkualitas tinggi selama 36.000 tahun).

“Kami mengharapkan perubahan fungsi langkah dalam kemampuan komputasi untuk memungkinkan kami tidak hanya membuat model AI yang lebih akurat untuk layanan kami yang ada, tetapi juga memungkinkan pengalaman pengguna yang benar-benar baru, terutama di metaverse,” ungkap Lee dan Sengupta.

Share
×
tekid
back to top