Messenger bakal menyatu lagi dengan Facebook

Kini laporan baru menyebutkan Facebook akan kembali mengintegrasikan platform-nya dengan aplikasi Messenger.

Messenger bakal menyatu lagi dengan Facebook (Foto: Pexels)

Pesan di Facebook atau disebut Messenger, sebelumnya tersedia dalam satu platform. Tak terpisah dalam aplikasi yang berbeda sebagaimana saat ini. Namun kemudian Facebook memisahkannya sehingga pengguna harus mengunduh Messenger untuk mengakses pesan Facebook melalui aplikasi.

Kini Facebook berencana untuk mengembalikan Messenger agara terintegrasi dengan platform-nya. Ini mungkin menjadi kabar baik bagi pengguna yang merasa repot untuk berpindah aplikasi, hanya demi chating. Setelah sebuah kode menunjukkan kemungkinan intergrasi itu, kini Facebook mengonfirmasi melalui pengujian yang melibatkan pesan pribadi, dikirimkan melalui aplikasi Facebook.


BACA JUGA

Facebook rekrut mantan Boss Vine demi proyek baru

Facebook berjuang kembangkan aplikasi baru

Steve Wozniak : Cari cara untuk tinggalkan Facebook


Menurut teknisi Jane Manchun Wong, dalam sebuah keterangan rahasia menunjukkan Facebook tengah dirancang ulang dengan jalan pintas untuk mengakses Messenger. Alih-alih membuka aplikasi terpisah, pengujian itu menunjukkan aplikasi membuka halaman dalam platform yang sama untuk mengakses semua obrolan Facebook.

Menurut Wong, fitur ini belum sepenuhnya mendukung semua yang dimiliki Messenger saat ini. Tak ada fitur panggilan, reaksi atau kemampuan untuk berkirim foto. Ini menunjukkan kemungkinan bahwa Messenger akan tetap menjadi aplikasi mandiri disertai lebih banyak fitur. Namun beberapa fitur bisa diakses dari Facebook karena terintegrasi.

Dilansir Digital Trends (13/4), tampilan kode aplikasi juga menunjukkan desain ulang background putih, tak lagi biru. Sejumlah perubahan ini tampak berkaitan dengan laporan pertimbangan Facebook untuk menggabungkan platform pesan yang berbeda menjadi tunggal untuk WhatsApp, Instagram dan Messenger. 

Dalam sebuah pernyataan kepada New York Times, Facebook mengatakan tengah berupaya untuk "membangun pengalaman pengiriman pesan terbaik yang kami bisa, dan orang menginginkan perpesanan yang cepat, sederhana, andal dan intim. Kami sedang berupaya membuat lebih banyak produk perpesanan kami terenkripsi end-to-end dan mempertimbangkan cara-cara untuk membuatnya menjadi lebih mudah menjangkau teman dan keluarga di seluruh jaringan."

Messenger sendiri mulai menjadi aplikasi mandiri pada 2014. Saat itu Facebook mengatakan bahwa menggunakan Messenger lebih cepat dibanding mengirim dan menerima pesan melalui aplikasi utamanya. Untuk pengujian intergrasi ini, Facebook belum membeberkan alasan rinci selain agar meningkatkan pengalaman pengguna.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: