Meski melunak, AS tetap lawan Huawei di ranah hukum

Laporan terbaru menyebutkan AS meminta pengadilan federal di Texas membatalkan gugatan yang diajukan Huawei kepada pemerintah.

Meski melunak, AS tetap lawan Huawei di ranah hukum (Foto: Gizmochina)

Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah melunak kepada Huawei dengan mengatakan perusahaan-perusahaan yang berbasis di negaranya bisa terus menjual komponen ke Huawei. Dengan catatan, praktik itu tak mengancam keamanan nasional AS. Namun demikian, pemerintahan yang dipimpin Donald Trump tersebut masih tetap mengantisipasi Huawei di ranah hukum.

Laporan terbaru menyebutkan, AS meminta pengadilan federal di Texas membatalkan gugatan yang diajukan Huawei kepada pemerintah setelah mereka melarang produknya di negara tersebut. Untuk diketahui, Huawei mengajukan gugatan pada Maret lalu yang mengklaim bahwa undang-undang yang mencegah agen-agen federal AS membeli produknya, melanggar konstitusi AS dengan memilih individu atau kelompok untuk dihukum tanpa pengadilan. 


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Huawei dan Xiaomi makin serius di bisnis chip

Huawei alami peningkatan cukup baik di Q3 2019

Review Nova 5T, smartphone yang satu ini memang keren


Namun pengecara Departemen Kehakiman AS menentang klaim itu. Dia mengatakan hukum itu bukan hukuman inkonstitusional, melainkan langkah logis berikutnya, guna melindungi negara dan memastikan bahwa China tak diberikan pijakan strategis di jaringan AS.

Dia juga menambahkan para pembuat hukum dan pejabat AS telah memperingatkan potensi penggunaan Huawei untuk aktivitas siber selama lebih dari satu dekade. Dilansir Gizmochina (5/7), Departemen Kehakiman AAS menilai Huawei menggunakan argumen lawas dari era Perang Sipil dan Perang Dingin.

Pengacara regulator tersebut berpendapat bagian dari Undang-Undang itu tidak menghukum mati Huawei, memenjarakan atau menyita propertinya dan jelas tidak menghalangi Huawei untuk terlibat dalam bisnis yang dipilihnya. 

Untuk diketahui, Huawei merupakan perusahaan telekomunikasi ternama dan vendor smartphone nomor dua di dunia. Namun perusahaan asal China ini berada dalam tekanan setelah dicatutkan dalam Daftar Hitam AS. Status tersebut membuat Huawei kesulitan melakukan bisnis dengana perusahaan asal AS. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: