Menggunakan smartphone terlalu lama dapat tingkatkan risiko obesitas

Pengguna yang menggunakan smartphone lebih dari lima jam sehari akan meningkatkan terkena penyakit obesitas sebesar 43 persen.

Menggunakan smartphone terlalu lama dapat tingkatkan risiko obesitas Ilustrasi pemuda menggunakan smartphone (Pexels)

Tak dapat dipungkiri lagi jika smartphone sudah menjadi bagian baru di aktivitas harian kita. Hal ini dikarenakan dalam sehari, seseorang bisa menatap layar smartphone selama empat jam, bahkan lebih bagi anak muda.

Ternyata, kebiasaan ini bisa merusak kesehatan para penggunanya. Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh ACC Latin America Conference 2019, terdapat fakta bahwa mahasiswa yang menggunakan smartphone lebih dari lima jam memiliki tingkat resiko yang besar untuk terkena obesitas.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

India sudah larang rokok elektrik

Sebentar lagi kemampuan telepati bukan lagi impian belaka

Skuter listrik dari Segway-Ninebot bisa berjalan sendiri ke tempat stasiun isi ulang


Tapi, seberapa besar? Dikutip dari laman DailyScience (30/7/2019), ternyata mereka memiliki potensi 43 persen lebih besar untuk terkena obesitas. Yang semakin parah lagi, mereka juga cenderung meningkatkan risiko terkena penyakit jantung.Hal ini semua dikarenakan kurangnya aktivitas fisik.

"Sangat penting masyarakat umum mengetahui dan menyadari bahwa meskipun teknologi mobile tidak diragukan lagi menarik untuk berbagai keperluan, portabilitas, kenyamanan, akses ke layanan yang tak terhitung jumlahnya, sumber informasi dan hiburan, hal itu juga harus digunakan untuk meningkatkan kebiasaan dan perilaku sehat." kata Mirary Mantilla-Morrón, spesialis jantung paru dan rehabilitasi vaskular di Fakultas Ilmu Kesehatan di Universitas Simón Bolívar di Barranquilla, Kolombia, yang merupakan penulis utama penelitian ini.

"Menghabiskan terlalu banyak waktu di depan smartphone memfasilitasi perilaku sedikit beraktifitas, mengurangi waktu aktivitas fisik, yang meningkatkan risiko kematian dini, diabetes, penyakit jantung, berbagai jenis kanker, ketidaknyamanan osteoarticular dan gejala muskuloskeletal."

Hasil penelitian ini pun bisa dibilang cukup meyakinkan. Para peneliti menganalisis 1060 mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan di Universitas Simón Bolívar selama bulan Juni hingga Desember 2018.

Kelompok studi terdiri dari 700 wanita dan 360 pria, dengan usia rata-rata 19 tahun dan 20 tahun. Hasilnya, dari semua laki-laki yang berpartisipasi tercatat 36,1 persen diantaranya cenderung kelebihan berat badan, dan 42,6 persen cenderung obesitas.

Di sisi lain, semua wanita yang berpartisipasi tercatat 63,9 persen cenderung kelebihan berat badan dan 57,4 persen cenderung obesitas. Hasil ini tentu saja sangat mengkhawatirkan, terutama untuk generasi muda.

Para peneliti menegaskan, peningkatan obesitas sebesar 43 persen akan terjadi jika mereka mengkombinasikan menggunakan smartphone selama lima jam atau lebih sehari dan mengkonsumsi lebih banyak minuman manis, makanan cepat saji, permen, makanan ringan, dan aktivitas fisik menurun. 26 persen dari subyek yang kelebihan berat badan dan 4,6 persen yang mengalami obesitas menghabiskan lebih dari lima jam menggunakan perangkat mereka.

"Hasil penelitian ini memungkinkan kami untuk menyoroti salah satu penyebab utama obesitas dan faktor risiko penyakit kardiovaskular," kata Mantilla-Morrón.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: