MediaTek pamer teknologi smart home berbasis prosesor mereka

Menggunakan prosesor MT8518, unit speaker pintar diklaim bakal menghadirkan suara berkualitas tinggi tetapi tidak mengorbankan efisiensi daya.

MediaTek pamer teknologi smart home berbasis prosesor mereka

Salah satu pabrikan semikonduktor asal Taiwan, Mediatek, hari ini memamerkan beberapa perangkat smart home yang menggunakan System-on-Chip (SoC) dari MediaTek. Pameran ini merupakan show case teknologi termutakhir MediaTek. Di sini Mediatek menghadirkan beberapa pilar penting seperti AI Vision, AI Voice dan Internet Connectivity. Ketiga pilar ini menjanjikan kecerdasan buatan yang dapat menjadi solusi untuk smart home secara lebih optimal.

Perusahaan tersebut menerangkan bahwa chipset yang mereka buat telah digunakan dalam aneka perangkat pintar selain smartphone. Perangkat tersebut meliputi Blu-ray Disc player, Smart TV, dan soundbar. Salah satu SoC andalan untuk perangkat tersebut adalah MT8175 yang menjanjikan tampilan beresolusi tinggi dengan warna alami.


BACA JUGA

AMD sebut 6 persen prosesor Ryzen 3000 yang terjual bisa tembus 4,2GHz

Bocoran 3Dmark Intel Core i9-9900KS mencuat, kalah dari AMD

Bocoran prosesor AMD Theradripper 2990WX mencuat


Tidak ketinggapan pula SoC Mediatek MT8518 untuk perangkat speaker pintar. Menggunakan prosesor ini, unit speaker pintar diklaim bakal menghadirkan suara berkualitas tinggi tetapi tidak mengorbankan efisiensi daya. Dengan demikian, smart speaker dengan chipset ini menjanjikan penggunaan daya yang sedikit. Smart speaker seperti Alexa dan Google Home memiliki keunggula, salah satunya adalah akses lewat suara. Dengan demikian prosesor ini memiliki basis AI untuk mendeteksi perintah suara secara cermat dengan minim kekeliruan.

Dalam kesempatan itu, Mediatek juga memajang beberapa smart speaker yang berbasis SoC miliknya, seperti Sony LF-50 (berbasis platform Google Home), Amazon Echo Spot, Tmall Genie (Alibaba), Xiaomi Xiao AI, dan Amazon Echo Dot. Untuk Tmall Genie dan AI, perangkat ini masih mendukung bahasa Mandarin.

Oleh karena itu sebagian besar saya menjajal smart speaker Sony LF-50. Speaker ini memiliki form factor dengan bentuk menyerupai tabung yang sisinya berbalut kain sebagai grill speaker. LF-50 tidak memiliki aneka tombol lantaran hanya mengandalkan gestur gerakan, dan perintah suara sebagai kontrolernya. Speaker dari Sony ini sangat akurat mendeteksi perintah yang saya ajukan seperti menanyakan cuaca, memutar lagu, mengatur volume dan sebagainya.

Berkat prosesor Mediatek dan mikrofon yang sensitif, Sony LF-50 masih mampu mendengar suara saya meski berbicara dengan nada yang rendah. Smart speaker tersebut juga masih dapat mendeteksi suara tanpa kesalahan ketika saya berbicara dari jauh. Selain LF-50, saya juga tertarik dengan Amazon Echo Spot karena menampilkan layar beresolusi tinggi serta layar sentuh yang cukup responsif. Pendeteksian yang dapat dilakukan pada suara saya juga cukup akurat.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: